Bisa Dipercaya

Mabuk, Jono Tabrak Polisi

IMG-20160526-WA0000

Palembang – Jono Kartiko alias Juni Buntung (39), nekat menabrak anggota Mapolsekta Gandus Bripka Trie Nurhayadi, diduga lantaran pria tersebut tengah mabuk, Minggu (22/5) sekitar pukul 01:00 WIB.

Informasi yang berhasil dihimpun, pelaku Jono yang saat itu melintas di Jalan PSI Kenayan. Di suruh berhenti oleh anggota yang saat itu sedang melakukan razia rutin. Saat berhenti, mobil Honda CRV warna Hitam, BG 1472 KB di stop oleh Bripka Trie.Kepada Jono, Bripka Trie mengatakan bahwa dirinya anggota kepolisian dan meminta Jono untuk melihatkan surat – surat kendaraannya.

Berita Sejenis
1 daripada 3.090

Namun, bukannya menunjukan surat-surat. Tersangka yang tercatat sebagai warga Jalan PSI Kenayan, Lorong Gayam, RT 0/03, Kelurahan 36 Ilir, Kecamatan Gandus, Palembang ini, Langsung kabur dan menabrak sepeda motor korban dan terseret hingga 200  meter.

“Saya sempat kabur dan menginap di hotel, karena mabuk saya tidak tahu mau ngapain,” ungkapnya saat ditemui di Mapolsekta Gandus Palembang, Kamis (26/5).

Dikatakan residivis penganiayaan dan pengeroyokan ini mengaku bahwa ia tidak sadar kalau sudah menabrak. Pasalnya, saat dalam keadaan mabuk, ia menghidupkan suara musik yang sangat kencang. Sehingga ia tidak mendengar kalau sudah menabrak. “Saat itu tidak terdengar karena saya memutar musik pak.” ujarnya.

Sementara, Kapolsekta Gandus, AKP Dedi Rahmat mengatakan, tersangka ditangkap Kamis (26/5) sekitar pukul 01.00 Wib, saat melintas di jembatan II. “Saat ia hendak kabur, anggota melepaskan tembakan peringatan. Ternyata ia tidak mendengar karena ia diduga mabuk dan menghidupkan suara musik terlalu besar,” katanya.

Masih dikatakan Dedi, untungnya akibat kejadian tersebut Bripka Trie tidak mengalami luka. “Hanya sepeda motornya saja yang rusak. Akibat ulahnya kami kenakan pasal 406. Nah, mengenai ia mabuk karena sabu – sabu, kami akan periksa urinenya, jika positif akan diserahkan ke BNN,” tukasnya. (korankito.com/kardo)