Lurah 3-4 Ulu Keluhkan Kiriman Sampah Tetangga

IMG_20160523_115919_HDR

Palembang – Tingginya volume sampah di Kelurahan 3-4 Ulu, menjadi keluhan warga yang ada. Sampah-sampah itu menumpuk sampai ke badan jalan. Sampah-sampah itu, bukan berasal dari warga Kelurahan 3-4 Ulu tapi dikalim sebagai kiriman warga dari luar Kelurahan 3-4 Ulu.

Plh Lurah Kelurahan 3-4 Ulu Meko Ginta mengungkapkan, Dinas Kebersihan Kota (DKK) Palembang memang selalu mengangkut sampah dengan intensitas 2 kali sehari. Namun, kiriman sampah dari tetangga yang terus menerus, menyebabkan penambahan volume sampah sehingga tidak muat lagi di kotak penampungan sementara yang telah disediakan oleh DKK.

“50% sampah berasal dari warga Kelurahan 3-4 Ulu, sisanya warga lain yang sekalian bekerja dan sekolah yang sambil membawa sampah rumah tangga mereka dan membuangkannya di deket lingkungan kantor kita”, ujar Meko saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (26/5).

Menurut Meko, sampah-sampah dari pasar terdekat dan juga sampah rumah tangga menyebabkan volume sampah tidak sesuai dengan kendaraan pengangkut yang ada. Muatan truk pengangkut berkisar 2ton, sedangkan produksi sampah di lingkungan 3-4 Ulu seharinya bisa mencapai 10ton. Jauhnya letak tempat pembuangan sampah sementara (TPS) warga tetangga 3-4 Ulu juga menjadi faktornya utamanya.

“Di tempat pembuangan akhir (TPA) Sukawinatan pun masih antri paling cepet 3jam, ini juga dampak dari TPA Keramasan ditutup. Saya berani ngomong karena sudah melihat langsung kesitu,” bebernya. dengan wajah kecewa.

Diungkapkannya, pihaknya sudah sering menegur warga lain yang buang sampah disini, tapi karena TPS yang ada memang untuk umum jadi kami tidak bisa melarangnya,” tutur dia. (korankito.com/ejak)