Bisa Dipercaya

Dua Mantan Pegawai Penerbit PT Duta Jalani Sidang Dakwaan

Screenshot_2016-05-26-07-08-43_1464221337705

Palembang – Winda Destriani (sebagai ADM Keuangan) dan Dessy Clara (sebagai Staf Akunting) dua mantan pegawai, penerbit PT Duta di kota palembang, menjalani sidang perdana dengan dakwaan melakukan tindak pidana Penggelapan dana setoran kekantor pusat  sebesar Rp. 156.095.000 (seratus lima puluh enam juta sembilan puluh lima ribu rupiah)

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Palembang, Ita Royani, didalam pembacaan surat dakwaan menjerat  kedua terdakwa dengan pasal 374 KUHP Jo Pasal 55 ke 1 KUHP atau dakwaan kedua dengan pasal 372 KUHP jo Pasal 55 ke 1 KUHP.

Berita Sejenis

Gelapkan Barang Inventaris, Asisten Perusahaan Dibui

​Oknum PNS Dispenda Dipolisikan

Ditangkap Usai Gelapkan Uang Ratusan Juta

1 daripada 7

“Bahwa perbuatan kedua terdakwa dengan sengaja memiliki dengan melawan hak sesuatu barang yang sama sekali atau sebagainya termasuk kepunyaan orang lain dan barang itu ada dalam tangannya bukan karena kejahatan, karena ada hubunganya dengan pekerjaan atau mendapat upah, ” ujar Ita Royani,  di Pengadilan Negeri Klas 1A Khusus Palembang, Rabu (25/5).

Atas surat dakwaan ini, terdakwa I Winda Destriani  dan Terdakwa II Dessy Clara, menyampaikan tidak mengajukan eksepsi (keberatan) atas dakwaan jaksa. “Kami mengerti majelis,” kata kedua terdakwa.

Terungkap di persidangan, perbuatan kedua terdakwa diketahui Yohanes setelah mendapat informasi dari Tedy (kabag keuangan) yang mendapat laporan dari Ahmad Nawawi (kacab) ada pembayaran/setoran dari pelanggan yang tidak disetorkan ke pusat sebesar Rp.Rp. 156.095.000, selanjutnya Yohanes beserta tim audit melakukan olah data di kantor pusat, ternyata setelah dikroscek ternyata memang benar ada pembayaran setoran yang belum disetorkan ke kantor pusat.

Maka pada tanggal 19 Maret 215, memanggil Surya Darma, Ahmad Nawawi, Winda Destriani, Dessy Clara, Setelah diaudit ternyata ada lima puluh lembar tanda terima yang tidak disetorkan kekantor pusat dan uang tersebut telah distorkan oleh sales Amirun dkk kepada Winda Destriani dan Dessy Clara. Berdasarkan data yang ada di penerbitan berupa rekening koran dan data yang ada di penerbitan, berupa BSK (bukti setor kas) dan BSB (bukti setor bank) bahwa jumlah tagihan yang belum disetorkan oleh Winda Destriani dan Dessy Clara sebanyak 45 lembar. (korankito.com/ria)