Bisa Dipercaya

14 Pemuda Terjaring Razia 

Jpeg

Palembang – Menjelang bulan Suci Ramadhan, Unit Sabhara Polresta Palembang menggelar razia terhadap pedagang-pedagang yang menjual minuman keras (miras) serta preman-preman yang berkeliaran di Kota Palembang, Kamis (26/5) siang.

Adapun, razia yang digelar dari jam 14:00 WIB hingga 16:00 WIB berhasil menjaring, 14 orang yang tidak memiliki kartu identitas, 16 botol miras merk Vodka dan Mision, 5 jerigen serta 9 botol miras jenis tuak.

Berita Sejenis
1 daripada 7

Usai apel persiapan di Mapolresta Palembang, petugas langsung mengarah ke Pasar Plaju atau yang dikenal dengan sebutan Simpang Kayuagung, Kecamatan Plaju Darat. Hasilnya, anggota kepolisian mengamankan miras tuak dan beberapa botol miras jenis Vodka serta Mansion.

Petugas pun langsung, menyisir Jalan DI Panjaitan, Kecamatan Seberang Ulu II, tiga petugas parkir yang sedang beroperasi ikut diamankan. Setelah, itu petugas kembali menelesuri jalan tersebut hingga Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Seberang Ulu I Palembang.

Satu orang yang diduga pemalak, dan beberapa pria yang tidak bisa menunjukan kartu indentitas tak luput dari cengkraman polisi. Bahkan tidak hanya sampai disitu mobil-mobil travel yang sedang mangkal disana, ikut dibubarkan polisi.

Petugas yang belum puas dengan hasil yang didapat, kembali melanjutkan razia, sejumlah warung yang berada di samping Stasiun Kertapati ikut digeledah, beberapa jerigen miras jenis tuak dan dua pemuda yang sedang minum miras langsung dibawa ke angkut kedalam mobil truk polisi Polresta Palembang.

Wakapolresta Palembang, AKBP Iskandar F Sutisna mengatakan giat yang dilakukan pihaknya kali ini, berdasarkan laporan dari masyarakat kota Palembang, yang mengatakan kalau banyak warung yang menjual miras serta preman yang berkeliaran.

“Kita berkali-kali mendapatkan laporan kalau, dikawasan Plaju serta Kertapati banyak preman dan warung yang menjual Miras. Makanya, kita hari ini melakukan penertiban terhadap mereka,” ujarnya saat gelar kasus di halaman Mapolresta Palembang.

Lanjutnya, bagi pemuda yang terjaring pada razia kali ini, pihaknya akan segera melakukan pendataan. “Kita akan terus melakukan penertiban warung-warung yang menjual miras, karena ini sumber kejahatan di Palembang. Bagi, yang terjaring akan kita lakukan pendataan dan yang melanggar, akan diproses sesuai hukum yang berlaku,” katanya.

Sementara itu, Arman (20) mengaku tak mengetahui penyebab dirinya ikut dibawa petugas. “Saya lagi nambal ban. Lihat ada keramaian, langsung didekati. Tidak tahunya ikut dibawa polisi”ucap penambal ban di kawasan Muhammaddiyah tersebut.

Disisi lain, Nantha Kurniawan (19) mengaku, saat ditangkap dia sedang berjalan kaki untuk membeli nasi.  “Aku dari Komering, lagi liburan di Palembang di tempat paman. Tadi lagi jalan langsung ditangkap”cetus pelajar SMA yang baru lulus ini.

Setelah dilakukan pendataan, didepan Wakopolresta Palembanng, Kasat Shabara AKP Rachmat S Pakpahan, dan petugas lainnya, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya sembari berjalan jongkok. (korankito.com/denny)