Bisa Dipercaya

Melawan, Otak Pelaku Pembunuhan Keluarga Tasir Didor

 

IMG-20160523-00016Palembang- Usai sudah pelarian AM (48), warga asal Desa Mekarti Jaya, Kabupaten Banyuasin ini. Otak pelaku pembunuhan keluarga Tasir ini harus merasakan timah panas petugas lantaran berusaha kabur saat akan ditangkap.

Sebelumnya, Polres Banyuasin berhasil menangkap tiga dari lima pelaku pembunuhan Tasie. Dalam kurun waktu sepekan kepolisian berhasil mengungkap kasus pembunuhan sadis yang berlatar belakang sengketa tanah ini.

Berita Sejenis

Simpan Lima Pelor, Udin Terjaring Razia

Berikut Penyebab ‘Learning Disabilities’ Yang…

Empat Begal ‘Cilik’ Dicokok Polisi

1 daripada 3.068

Berdasarkan informasi yang didapat, AM ditangkap tim gabungan Polda Sumsel dan Polres Banyuasin di daerah Cikarang, Tangerang, Banten, Minggu (22/5) malam, di tempat kostnya.

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol R Djarod Padavoka didampingi Dir Ditreskrimum Polda Sumsel Kombes Pol Daniel Tahimonang Silitonga, mengatakan, pelaku tega membunuh keluarga Tasir lantaran tergiur uang milik korban yang diketahui baru mendapatkan uang Rp750 juta hasil menjual tanah.

Tersangka AM melakukan segala cara untuk memiliki uang tersebut, salah satunya dengan melakukan penipuan modus jual beli tanah.

“Tersangka awalnya tergiur uang milik korban, sehingga pelaku AM melakukan penipuan jual beli tanah,” ungkap Djarod saat gelar tersangka di Mapolda Sumsel, Senin (23/5).

Menurut Djarod, setelah korban dan pelaku AM melakukan transaksi, korban langsung membayar uang muka tanah kepada pelaku. Namun karena tanah yang dijanjikan tak kunjung jelas, korban mendesak pelaku untuk memberi tahu keberadaan tanah tersebut.

Lantaran takut kedoknya tercium korban, pelaku berniat menghabisi korban dengan menyuruh empat tetangganya sebagai eksekutor bayaran.

“Tersangka ini takut ketahuan oleh korban, karena uang tersebut sudah terlanjur dibayar, jadi pelaku langsung timbul niat untuk membunuh korban,” ujarnya.

Selain itu, Djarod menambahkan, saat ini pihaknya akan membentuk tim gabungan untuk memburu satu pelaku lagi berinisial U yang masuk daftar pencarian orang (DPO). “Untuk pelaku lainnya akan kita bentuk tim untuk melakukan pengejaran,” tutup Djarod.

Pelaku AM sendiri hanya bisa tertunduk malu. Ia mengaku setelah melakukan pembunuhan, dirinya langsung melarikan diri menggunakan uang hasil penipuan tersebut.   “Saya langsung kabur menuju Cikarang, pakai uang hasil penipuan saya yang pertama dengan korban,” akunya.

Ikhwal empat tetangganya yang diminta menjadi eksekutor, AM mengaku keempatnya sedang terlilit utang sehingga dirinya merayu mereka agar membunuh Tasir sekeluarga. “Mereka sedang ada utang, terus mau lunasin motor. Makanya mau saya ajak,” jelasnya.

Dari tangan tersangka, petugas berhasil mengamankan uang Rp60 juta sisa hasil penipuan, dan sejumlah fotocopy surat hak tanah palsu. Akibat perbuatannya tersangka dijerat pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana.korankito.com/kardo