Ungkap Identitas Korban Mutilasi, Polisi Tunggu Tes DNA

IMG6543-1348-6508

Palembang – Penemuan potongan kepala, sepasang kaki, dan tulang belakang korban mutilasi di perairan  sungai Ogan Komering Ulu (OKU) Timur pada 19 April 2016 lalu, hingga kini belum juga terungkap. Semenjak beberapa hari ini, pihak kepolisian masih menunggu hasil tes DNA yang dilakukan Mabes Polri.

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol R Djarod Padakova mengungkapkan, jika potongan mayat yang sudah berbentuk tulang tersebut  telah dilakukan tes DNA ke Jakarta pada 11 Mei 2016, untuk mengetahui identitas korban. Namun, hasil tes DNA tersebut baru bisa keluar selama dua minggu.  “Baru saja dikirim beberapa hari yang lalu  hasil tes DNA nya kita juga masih tunggu,” ungkap Djarod, saat dikonfirmasi Sabtu (21/5).

Menurut Djarod, lamanya hasil uji DNA tersebut dikarenakan harus dilakukan secara detail dalam mencocokan sampel DNA dari terduga keluarga korban yang sebelumnya pernah datang ke Palembang. Selain itu, pengujian harus mengantri dengan mayat lain yang dikirim ke Mabes Polri tiap minggunya. “Memang begitu, bukan mayat dari kita saja yang diuji di sana, banyak juga kiriman mayat yang lain. Dan kita harus tunggu antrean,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, potongan tubuh itu ditemukan tersangkut di ranting aliran sungai di Desa Tanjung Kemala, Kecamatan Martapura, OKU Timur, Sumsel, Selasa (19/4) pukul 14.30 WIB. Kondisinya sudah membusuk dan diduga tewas lebih dari empat hari sebelum ditemukan. Setelah dilakukan otopsi, ciri-ciri fisik korban akhirnya berhasil terungkap.

Korban berjenis kelamin laki-laki dengan usia sekitar 40-50 tahun. Korban memiliki rambut lurus warna hitam dan berkumis tipis. Tinggi korban diperkirakan 161-170 centimeter, bentuk gigi bagian atas maju sementara gigi di bagian bawah mundur, serta kulit sawo matang, dan di kaki kanan korban terdapat bekas luka bakar.

Beberapa minggu kemudian, warga Lampung datang ke Polda Sumsel untuk melaporkan keluarganya yang hilang beberapa hari sebelum penemuan mayat tersebut. Identitas korban yang hilang tersebut diduga anggota DPRD Bandar Lampung. Untuk penyelidikan, korban dilakukan tes DNA di Jakarta untuk mencocokkan DNA dari salah satu terduga anak korban. (korankito.com/kardo)