Lahat Gelar Festival Kopi Pertama di Sumsel

Jpeg

Lahat – Kopi merupakan salah satu komoditas unggulan yang berasal dari kabupaten Lahat yang telah mendunia. Berbagai upaya pun dilakukan Bupati Lahat H Saifudin Aswari Riva’i SE untuk memperkenalkan komoditas andalan itu, salah satunya dengan menggelar Festival Kopi Lahat 2016. Festival kopi yang pertama di Sumsel ini diikuti 22 kecamatan yang ada di Lahat.

Aswari sebagai inspirator acara festival kopi mengungkapkan, tujuan dari festival ini untuk mengangkat harkat kopi Lahat supaya lebih baik lagi kedepannya. Kopi yang merupakan produk andalan Kabupaten Lahat ini bisa lebih menghidupi masyarakatnya.

“Lahat merupakan daerah yang sebagian besar penduduknya bertani dan berkebun. Salah satu produk perkebunan yang menjadi andalan adalah kopi. Benar memang ketenaran kopi kita sudah ke berbagai penjuru, sayangnya tidak dinikmati petani dengan baik,” ujar Aswari saat membuka Festival Kopi Lahat 2016 di Lapangan Tennis Tiara samping rumah dinas bupati Lahat, Kamis (19/5) malam.

Menurut Aswari, seharusnya ketenaran kopi ini bisa menjadi penunjang petani, maka ajang festival ini mempertemukan banyak pihak supaya kehidupan petani menjadi lebih baik. Mempertemukan antara petani hingga penikmat kopi merupakan hal yang luar biasa. “Kita berharap selanjutnya bisa mengadakan even yang lebih besar lagi. Menampilkan kopi yang ada di Sumatera Selatan,” tegas Aswari.

Dilanjutkan Aswari, festival ini bukan hanya untuk memperkenalkan Lahat tetapi untuk menjadikan perekonomian petani menjadi lebih baik lagi ke depannya. Adanya jalinan kerjasama yang baik dengan berbagai pihak, memperbaiki pengelolaan perkebunan kopi hingga penjualannya. “Kita optimis bila bersungguh-sungguh kopi yang ditampilkan menjadi olahan yang baik, dan lebih bernilai,” ungkapnya.

Salah satu panitia Soufie Retorika mengatakan ketika menyusun rencana pembuatan festival yang cukup mendadak ini, menghimpun kerjasama 22 kecamatan, kedai-kedai kopi yang ada di Kabupaten Lahat dan pelaku usaha kopi. “Lahat memiliki banyak keunikan, surganya Sumatera Selatan, tempat yang eksotis memiliki keberagaman,” katanya.

Bahwa festival kopi dilaksanakan merupakan ide sederhana untuk mempertemukan antara petani kopi, pemilik kedai kopi, pedagang kopi dan penikmat kopi. “Lahat terdiri dari 22 kecamatan yang berada di ketinggian yang berbeda, karakter kopi arabika dan robusta yang dicicipi dalam secangkir kopi yang terhidang juga berbeda-beda tentunya,” jelasnya. (korankito.com/rika)