Bandar Shabu Nekat Ceburkan Diri Ke Sungai Musi

Jpeg

Palembang – Tak ingin ditangkap Unit Reserse Narkoba Polresta Palembang, seorang yang diduga bandar besar narkoba jenis shabu yakni Hidayat (48) nekad menceburkan dirinya ke Sungai Musi. Aksi nekad Hidayat yang tinggal di Jalan KH Azhari Lorong Prajurit, RT 04, RW 02, Kelurahan 2 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu (SU) I, Palembang ini, ia lakukan saat akan ditangkap petugas di kediamannya pada Jum’at (20/4) sekitar pukul 18:00 WIB.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, saat itu petugas melakukan penyelidikan di rumah Hidayat (pelaku). Petugas kepolisian melakukan penangkapan dengan cara undercover buy (penyamaran). Namun, ternyata pelaku sudah mengetahui gerak-gerik dari polisi yang melakukan penyamaran.

Hidayat pun mencoba kabur dari tangkapan, sehingga terjadilah perkelahian antara pelaku dan salah satu anggota kepolisian. Melihat, situasi yang tidak kondusif pelaku memanfaatkannya, dengan menceburkan diri ke sungai Musi.

Tak ingin buruannya kabur, petugas yang saat itu berada di lapangan langsung mengontak Kasat Narkoba Polresta Palembang, Kompol Rocky Marpaung untuk meminta bantuan personil. Mendapati laporan itu, Unit Reskrim, Unit Intelkam, dan petugas piket langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan pengamanan dan mencari pelaku.

Terhitung, ada puluhan anggota kepolisian mendatangi TKP untuk melakukan penyisiran lokasi. Namun, petugas tidak mendapatkan keberadaan dari pelaku. Merasa, nihil petugas dibantu Ketua RW 02, langsung melakukan penggeledahan di rumah pelaku.

Hasilnya, polisi menemukan pipet, plastik kloop dan sisa shabu yang ditemukan di rumah pelaku. Barang bukti tersebut langsung dibawa ke Polresta Palembang guna melakukan pengembangan.

Kasat Narkoba Polresta Palembang, didampingi oleh Kasat Reskrim Maruly Pardede mengatakan pelaku memang sudah menjadi target operasi pihaknya. “Awalnya memang benar kita melakukan penangkapan dengan cara undercover buy. Nah, saat ditangkap, pelaku melawan dan langsung menyeburkan diri ke sungai Musi,” katanya.

Ia menambahkan, banyak anggota gabungan yang mendatangi TKP, lantaran saat itu warga sudah sangat ramai. “Saat dilakukan penangkapan warga ramai sekali, jadi karena takut terjadi sesuatu hal, kami pun meminta bantuan petugas, reskrim, piket dan TNI, untuk melakukan pengamanan,” ungkapnya.

Sedangkan, Afendi (59) ketua RW 02 ketika ditemui mengatakan, dirinya hanya tahu tadi bahwa pelaku tadi ribut dengan petugas. Lalu tak lama kemudian pelaku pun menyeburkan diri ke sungai. ” Dia itu sudah lama tinggal sini. Dia ada usaha speadboat. Dia sini tinggal dengan anak istrinya,” ungkapnya.

Nah untuk masalah narkoba, lanjut Afendi, ia tidak mengetahui hal tersebut. “Dia ini orangnya bergaul pak dengan tetangga. Nah, saya tidak tahu pak masalah itu (Narkoba-red). Memang dia dulu pernah di penjara, untuk kasusnya saya juga tidak tahu,” katanya. (korankito.com/denny)