Tolak Rektor Terpilih, Mahasiswa UIN RF Geruduk DPRD

IMG-20160520-WA0003

Palembang –  Puluhan massa yang tergabung dalam  Aliansi Mahasiswa Peduli Kampus (AMPK) UIN Raden Fatah Palembang mendatangi DPRD Provinsi Sumsel dan menggelar orasi di halaman Gedung DPRD Sumsel, Jumat (20/5).

Dalam orasinya massa menolak hasil pemilihan Rektor UIN Raden Fatah Palembang yang berhasil dimenangkan Prof Sirozi. Orasi mahasiswa ini juga diwarnai aksi menggotong sebuah pocong putih yang dicorat coret yang berisikan tulisan protes atas matinya demokrasi di UIN Raden Fatah Palembang.

Koordinator Aksi Robert Maysandi mengatakan terpilihnya rektor UIN Raden Fatah yang baru terkesan mendadak. “Pemberitahuan rektor baru tidak melalui Senat UIN Raden Fatah dan terkesan mendadak. Pemberitahuan hanya melalui pesan singkat dari rektor terpilih bukan melalui kemenag RI,” ungkap Robert.

Selain itu pada peraturan Menteri Agama (PMA) No 68 Tahun 2015 tersebut Kemenang RI melalui hak prerogatifnya  tidak mencerminkan demokrasi karena di nilai Kemenag RI membunuh otonomi kampus dengan menjadikan Senat Kampus hanya pelengkap saja.

“Mekanisme tahapan-tahapan pemilihan rektor sebagaimana tahapan yang diatur pada pasal 4 sampai pasal 6 PMA No 68 tahun 2015 tidak transparansi dan secara publikasi, sehingga dinilai cenderung dengan lobi-lobian Money Politic,” ujarnya.

Karena itu pihaknya menolak Peraturan Menteri Agama No 68 tahun 2015 tentang pengangkatan dan pemberhentian rektor dan Ketua pada perguruan tinggi keagamaan, mendesak pihak DPRD Sumsel untuk berkoordinasi dengan Kementrian Agama RI dalam rangka mengkaji ulang dan mengevaluasi serta mencabut Peraturan Menteri Agama No 68 tahun 2015 tersebut.

“Kami menolak hasil keputusan Menteri Agama RI tentang penetapan Rektor UIN raden Fatah Palembang  dengan Surat keputusan Menteri,” ujarnya. (korankito.com/ria)