Bisa Dipercaya

Sekda Sumsel Minta Stake Holder Dukung Percepatan Pembangunan LRT

3-Rekonsiliasi Data BPJS PNS

Palembang – Sekretaris Daerah, Mukti Sulaiman menghimbau kepada instansi terkait di Pemerintah Kota Palembang bersama-sama dengan Pemerintah Provinsi Sumsel untuk terus melakukan percepatan terhadap apa yang menjadi tugas dan tanggungjawab dari masing-masing instansi dalam upaya mendukung percepatan pembangunan Light Rail Transit (LRT) atau kereta api ringan di Palembang.

Mukti meminta seluruh dinas dan instansi terkait dapat memberikan laporan yang berkelanjutan mengenai perkembangan tugas masing-masing instansi termasuk tentang pembongkaran media reklame yang terkena proyek LRT Palembang.

Berita Sejenis
1 daripada 10

“Ini kita lakukan agar jangan sampai ada kendala yang berlarut sehingga menghambat pembangunan LRT karena itu diperlukan koordinasi yang baik.,” ungkap Mukti saat memimpin rapat pembahasan penyelenggaraan LRT di Sumsel dan rapat pembahasan ganti rugi pembongkaran media reklame yang terkena proyek LRT di ruang rapat Bina Praja, Kamis (19/5).

Yang terpenting, menurut dia, adalah apa yang menjadi tanggungjawab Pemerintah Provinsi harus diselesaikan dan yang menjadi tanggungjawab Pemerintah Kota harus segera diselesaikan agar pembangunan LRT dapat berjalan sesuai target yang ditentukan. “Kita harapkan seluruh stakeholder dapat mendukung penuh percepatan pembangunan karena ini adalah kepentingan untuk masyarakat,” ujar Mukti.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Sumsel, Nasrun Umar mengatakan, secara keseluruhan terkait pembangunan LRT Palembang koordinasi sudah berlangsung baik termasuk pengerjaan dilapangan. “Kita juga sudah melakukan rapat berkali-kali bersama Komisi IV dalam rangka koordinasi percepatan pembangunan LRT Palembang,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Proyek LRT Palembang Zona 5 dari Waskita Karya, Erwin Matoras, dalam kesempatan tersebut melaporkan progres pembangunan tiang portal LRT Palembang saat ini sudah dilakukan sepanjang 12 kilometer, dengan total progres keseluruhan masih mencapai 7 persen. Pihak Waskita Karya menargetkan Januari 2017 konstruksi atas sudah dapat diselesaikan seluruhnya. “Untuk iklan reklame sendiri, Waskita Karya saat ini melakukan proses penentuan biaya pembongkaran iklan reklame yang ada,” pungkasnya.(korankito.com/ria)