Calo CPNS, Irawan Lemi Terancam Dipecat

heri kurniawan

Palembang – Oknum PNS Badan Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (BPMK) Kota Palembang Irawan Lemi, terancam dipecat dari jabatannya sebagai Kasubbid dan sebagai PNS (Pegawai Negeri Sipil). Tuntutan pemecatan ini akibat dari aksi penipuan yang dilakukan Lemi setelah dirinya ditangkap pihak polisi atas dugaan menjadi calo penerimaan CPNS.

Kepala bagian Humas dan Protokol Pemerintah Kota Palembang Ahmad Mustain melalui pesan singkat kepada wartawan Koran Kito pun membenarkan sanksi pemecatan jika memang Lemi terbukti melakukan penipuan tersebut. “Oknum PNS ini telah melakukan tindak pidana penipuan dan telah diproses secara hukum. Kalau memang terbukti ya akan dipecat,” ujarnya, Kamis (20/5).

Senada, Plt Sekda Kota Palembang Kurniawan mengatakan, pihaknya sudah mengetahui adanya penangkapan salah satu oknum PNS kota Palembang dari BPMK kota Palembang yang tertangkap pihak kepolisian karena menjadi calo penerimaan CPNS. Namun, untuk sanksi apa yang akan diberikan pihaknya masih harus menunggu keputusan tetap pengadilan dahulu.

“Jika memang terbukti dan putusannya sudah ketok palu, maka Irawan Lemi akan dipecat. Tapi Kita tetap akan gunakan azas praduga tidak bersalah. Untuk sanksi sesuai peraturan yang berlaku,” kata Kurniawan.

Menurut Kurniawan, pihaknya akan segera melaporkan ini kepada Walikota, termasuk melibatkan inspektorat Kota Palembang. “Jika diberhentikan, maka tahap awal gajinya akan distop”.

Kurniawan pun sangat menyayangkan kejadian ini bisa terjadi, padahal sudah jelas-jelas penerimaan CPNS sekarang tidak bisa lagi dimainkan, karena sudah menggunakan sistem CAT dan online. “Anak presiden saja tidak lulus. Jadi masyarakat jangan percaya dengan oknum yang mengaku bisa meluluskan jadi CPNS,” tegasnya.

Sementara itu, Plt Kepala BPMK Kota Palembang Wati Purnama Sari yang dihubungi via telepon oleh awak media, membenarkan kalau Irawan Lemi adalah PNS yang bekerja di Badan LPMK Kota Palembang. Lemi menjabat sebagai Kasubbid masyarakat kelurahan.

“Setelah mengetahui ia ditangkap polisi karena menjadi calo penerimaan CPNS, kami langsung mengirim surat kepada BKD dan Inspektorat agar segera menindaklanjuti kasus ini”.

Seperti pemberitaan sebelumnya, Irawan Lemi diciduk polisi di kediamannya pada Rabu (18/5) lalu. Ia diduga telah melakukan penipuan terhadap 40 warga untuk diangkat sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Palembang.

Total uang pelicin yang digelapkan pelaku sebesar mencapai Rp8 miliar. Saat digelar perkara, Lemi pun mengakui tuduhan tersebut. Dia bertugas  untuk mencari warga yang ingin menjadi PNS dan masalah pengurusan penerimaan korbannya sebagai PNS akan diurus oleh tersangka lain yang hingga saat ini masih diselidiki oleh pihak kepolisian. (korankito.com/ejak)