Pembunuh Keluarga Tasir Masih Misteri

_20160519_170817

Palembang – Kasus pembantaian keluarga Tasir (65) dan empat anggota keluarganya memasuki babak baru. Anggota Sat Polres Banyuasin kini sudah melakukan beberapa penyelidikan guna mencari tahu keberadaan barang bukti yang diduga kuat digunakan pelaku untuk menghabisi nyawa satu keluarga itu.

Meski  mengalami kesulitan karena tidak menemukan saksi yang melihat langsung kejadian. Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol R Djarod Padakova mengungkapkan, jika penyelidikan  yang dilakukan anggota untuk menelusuri rumah korban berada di pedalaman dan di tengah sawah. Sehingga warga di kampung korban tidak mendengar atau mengetahui peristiwa itu secara langsung.

“Anggota agak kesulitan, sebab tidak ada saksi mata yang melihat secara langsung pembantaian tersebut, dan ini salah satu kendala yang dihadapi,” ungkap Djarod, saat ditemui di Mapolda Sumsel, Kamis (19/5).

Selain itu juga, jarak antara penemuan mayat dan laporan kehilangan keluarganya cukup lama, sekitar tiga hari. “Tapi kendala itu menjadi tantangan penyidik menyelidikinya. Mudah-mudahan dalam waktu secepatnya bisa terungkap,” ujarnya.

Sedangkan Kapolres Banyuasin, AKBP Prasetyo Rahmat Purboyo, saat dikonfirmasi mengenai perkembangan kasus tersebut, dirinya menjelaskan, jika saat ini anggota sudah memeriksa kurang lebih dua belas saksi, nanti enam saksi lagi menyusul untuk diperiksa. Saat ini pihaknya masih memeriksa saksi sekunder. “Sudah ada beberapa saksi, nanti akan kita tambah lagi guna mengumpulkan bahan penyelidikan,” jelas Prasetyo.

Selain itu, ia juga mengatakan jika dari semua saksi yang diperiksa, pihaknya juga mengaku mengalami kesulitan, sebab semua saksi tak ada yang melihat secara langsung kejadian tersebut, dikarenakan rumah korban yang memang jauh dari pemukiman warga. “Kesulitannya dari beberapa saksi yang sudah diperiksa, semuanya tak ada yang melihat langsung, para saksi hanya mendengar dan mengetahui kejadian tersebut tak lama dari kasus pembantaian keluarga Tasir,” ungkapnya.

Disinggung mengenai, barang bukti yang saat ini masih dalam pencarian anggota, Prasetyo menambahkan, jika untuk barang bukti belum bisa dipastikan sebab, pihaknya harus mengumpulkan beberapa informasi saksi terlebih dahulu. “Belum bisa kita konfirmasikan, nanti jika keterangan para saksi sudah lengkap, kita akan bisa pastikan barang bukti,” tutupnya.

Seperti diketahui, warga Kecamatan Muara Sugihan, Banyuasin, Sumatera Selatan, dalam empat hari terakhir dihebohkan dengan penemuan lima mayat yang mengapung di anak Sungai Musi. Setelah diselidiki, para korban merupakan satu keluarga. Mereka adalah Tasir bin Sarat (65), Topiah (60), Kartini binti Tasir (37), Winarti binti Tasir (14), dan Ariyam binti Tasir (6). Semuanya tinggal di Jalur 16, Desa Indrapura, Kecamatan Muara Sugihan, Banyuasin. (korankito.com/kardo)