Tolak Paham Komunis, OKP Geruduk Dewan

IMG-20160519-WA0006

Palembang – Mulai ditemukannya stiker-stiker berlambang palu arit yang merupakan simbol Partai Komunis Indonesia (PKI) di beberapa titik di Kota Palembang membuat geram organisasi kepemudaan yang ada di Sumsel khususnya Palembang. Massa yang tergabung kedalam OKP Kepemudaan Pemuda Sriwijaya mendatangi Kantor Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) Sumsel untuk menolak paham komunis tumbuh kembali terutama di Provinsi Sumsel, Kamis (20/5).

Selain menolak tumbuhnya kembali paham komunis di Sumsel, massa juga menuntut pemerintah agar selalui mewaspadai bahaya laten komunis gaya baru. Sebelum menggelar orasi, massa sebelumnya berkumpul di Kambang Iwak dan melakukan longmarch ke Kantor DPRD Provinsi Sumsel. Koordinator Aksi Pemuda Pancasila, Heri Susatyo dalam orasinya menegaskan dengan tolak paham laten komunis tumbuh kembali di bumi pertiwi terlebih lagi di Sumsel. Dengan ditemukannya stiker bergambar Palu Arit yang merupakan simbol atau lambang dari Partai Komunis Indonesia (PKI) mengindikasikan partai terlarang itu mulai tumbuh lagi di Sumsel.

“Kebangkitan PKI ini jadi momok yang sangat menakutkan karena sejarah Indonesia saja membuktikan banyak masyarakat bawah yang menjadi korban, putra terbaik bangsa yang dibantai dengan kejam hanya untuk menyamakan ideologi mereka yang tidak sepaham dengan ideologi bangsa indonesia,” katanya.

Dengan lantang Heri Susatyo dan yang massa lainnya menyampaikan pernyataan sikap dari OKP Kepemudaan Sumsel dan Palembang untuk menyatakan perang terhadap PKI dan siap berjihad untuk menghadapi penerus serta anak cucu PKI yang ingin menghidupkan kembali ajaran Komunisme di Indonesia khususnya di Sumsel.

Senada yang disampaikan Majelis Pimpinan Pemuda Pancasila Nursyamsu Idiing yang mengatakan pergerakan paham komunis mulai tumbuh lagi di Sumsel. Fakta-fakta yang ditemukan dilapangan seperti penempelan stiker lambang PKI pada pohon-pohon menunjukkan pergerakan paham tersebut mulai dibangkitkan lagi. “Doktrin PKI itu hebat apalagi PKI itu tidak kenal tuhan. jadi sangat berbahaya kalau sampai paham itu tumbuh lagi,” ujarnya.

Karena itu sebagai Pemuda Pancasila pihaknya berkewajiban juga untuk membantu dengan berkoordinasi kepada pihak keamana terkait untuk sama-sama mewaspadai pergerakan pertumbuhan partai terlarang tersebut agar tidak tumbuh subur di Sumsel. “Kami siap dukung, siap kawal dan siap berkoordinasi dengan aparat untuk membantu berantas ini,” tukasnya.

Wakil Ketua DPRD Sumsel H. Yansuri Sip saat menemui massa yang melakukan orasi mengapresiasi OKP Sumsel dan Palembang yang mewaspadai adanya pergerakan laten komunis yang mulai di tumbuhkan lagi di Sumsel. Namun Yansuri meminta massa jangan terlalu ekstrim dan bertindak anarkis menyikapi hal tersebut. “Waspada harus, tapi tetap berkoordinasi dengan aparat terkait seperti babunsa, kamtibmas, TNI, Polri, pihak keamatan dan kelurahan agar jangan sampai terjadi tindakan yang menyalahi aturan,” pungkasnya.

Yansuri menghimbau kepada setiap masyarakat untuk mewaspadai pertumbuhan paham laten komunis dilingkungan sekitar. masyarakat bisa segera melapor jika menemukan kecurigaan adanya pergerakan paham laten komunis tersebut dilingkungan seperti penempelan stiker stiker palu-arit yang merupakan lambang PKI. “Jika ada penemuan segera lapor dengan aparat terkait yang terdekat dengan tempat kita, bisa babinsa, akmtibmas, maupun pihak kelurahan dan kecamatan,” tutupnya (korankito.com/ria)