Polda Kembali Tangkap Bandar Shabu

IMG_20160518_145912

Palembang – Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) sepertinya masih menjadi target para bandar dalam melancarkan aksinya dalam peredaran narkoba. Setelah kemarin jajaran kepolisian Polresta Palembang dan Polres OKU Timur berhasil mengungkap peredaran narkoba dalam jumlah besar, kini jajaran kepolisian Ditres Narkoba Polda Sumsel berhasil mengungkap empat kasus peredaran narkoba dalam jumlah besar dalam sepekan.

Empat tersangka yang semuanya berhasil diringkus di kecamatan Sukarami Palembang yakni H dengan barang bukti 1 kg narkoba jenis shabu dengan harga jual berkisar Rp 800 juta. Dari nyanyian H petugas berhasil mengamankan kembali tersangka D dengan barang bukti 95 butir pil ekstasi berbentuk segitiga warna biru.

Lalu, polisi juga berhasil mengamankan tersangka YT dengan barang bukti 500 butir ekstasi warna hijau dan coklat, dan terakhir petugas juga mengamankan seorang tersangka yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga yakni MH yang tertangkap tangan membawa 20 gram paket sedang narkoba jenis shabu.

Dir Ditres Narkoba Polda Sumsel, Kombes Pol Irawan Davidsa mengatakan, jika keempat tersangka merupakan hasil pengungkapan tersangka yang dimulai sejak Jumat hingga Minggu, pekan lalu. Dari hasil penangkapan tersebut, dirinya mengaku jika penangkapan kali ini merupakan hasil kerjasama para anggota dan peran masyarakat dalam memberantas peredaran narkoba di wilayah Sumsel, setelah sebelumnya Polresta Palembang yang juga mengamankan 1 kg shabu dan Polres Oku Timur yang mengamankan 12 ribu butir esktasi.

“Belum genap sepekan pihak jajaran kepolisian Polda Sumsel berhasil mengungkap sejumlah peredaran narkoba dalam jumlah besar, hal ini merupakan upaya para anggota yang dibantu oleh masyarakat dalam memerangi peredaran narkoba di wilayah hukum Polda Sumsel,” ujar Irawan saat gelar tersangka di Mapolda Sumsel, Rabu (18/5).

Disinggung mengenai peran dari tersangka H yang merupakan bandar atau bukan karena terbukti membawa 1 kg shabu, Irawan menjelaskan, jika H merupakan kurir shabu yang sudah menjadi target operasi petugas kepolisian sejak lama. Namun, karena saat ini masih penyelidikan, untuk identitas siapa yang menjadi pemasok barang tersebut ke tangan H masih didalami oleh pihak kepolisian. “H merupakan kurir, tapi untuk pemasoknya kita masih dalami namun identitasnya sudah kita kantongi,” jelasnya.

Terkait gencarnya peredaran narkoba dalam sepekan ini, Irawan menyampaikan jika saat ini para pengedar sekarang sedang gencar memasok narkoba melalui jalur darat atau perbatas Palembang – Jambi atau melalui jalur utara pulau Sumatera dan kemungkinan narkoba-narkoba tersebut merupakan barang ekspor dari China.

“Mereka sekarang sedang gencar-gencarnya masuk melalui jalur darat, tapi anggota kita yang diperbatasan sekarang sudah melakukan pemantauan, hal ini adalah upaya kita untuk menghambat jalur transaksi para pengedar,” ujarnya.

Ditanyai apakah para pengedar tersebut mempunyai pabrik atau rumah produksi untuk membuat narkoba, dirinya menambahkan, jika saat ini hasil identifikasi anggota di lapangan belum mendapati adanya kegiatan warga yang diduga memproduksi narkoba dari hasil rumahan. Saat ini pihaknya masih fokus memantau perbatasan provinsi yang diduga kuat menjadi jalur utama para pengedar memuluskan bisnis haram mereka di wilayah hukum Sumsel.

“Belum ada, saat ini kita masih bergerak dan memantau perbatasan terlebih dahulu, sebab transaksi narkoba dalam jumlah besar sering terjadi di jalur tersebut,” pungkas Irawan. (korankito.com/kardo)