Bisa Dipercaya

Kasus Pesta Shabu di Kantor Disdikpora Palembang Mulai Diadili

IMG_20160518_150010Palembang – Empat terdakwa kasus narkoba Wononito (35), Moh Yasin Yamani (30), Herlansyah (38), dan Dervy Iskandar (40), menjalani sidang utama di Pengadilan Negeri Kelas 1A, Palembang, Kamis (19/5). Mereka ditangkap polisi lantaran menggelar pesta shabu di Kantor Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga (Disdikpora) Palembang, 20 Februari lalu.

Para terdakwa dijerat Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Sumsel Kastam, SH, dengan pasal berlapis. Dalam dakwaan pertama keempat terdakwa dijerat telah melanggar pasal 114 ayat 1 jo pasal 132 ayat 1. Dalam dakwaan sekunder, jaksa mengenakan pasal 112 ayat 1 jo pasal 132 ayat 1 serta pasal 127 Undang Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Keempat terdakwa diringkus petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumsel dari Kantor Disdikpora Palembang. Penangkapan bermula ketika terdakwa Wononito sedang bertugas sebagai sekuriti menjaga kantor di Jalan Dr Wahidin, Kelurahan Talang Semut, Kecamatan IB I Palembang. Kemudian Wononito didatangi tiga terdakwa lainnya.

Berita Sejenis

SMP Karya Ibu Gelar Siraman Rohani

Heboh! Diduga Mabuk, Begini Kelakuan Ayu Ting Ting Kepada…

Muba Raih Penghargaan Peduli HAM

1 daripada 3.071

Dalam pertemuan itu, terdakwa Wononito mengatakan, “Payo siapo yang nak patungan aku ado duet Rp100.000.” Lalu terdakwa Yasin menjawab dirinya juga punya uang Rp100.000.

Terdakwa Herlansyah juga menjawab punya uang Rp50.000, tapi meminjam dulu uang milik Wononito dan terdakwa Dervy juga menambahkan Rp50.000, sehingga terkumpul uang Rp300.000.

Kemudian Wononito pergi membawa uang ke daerah Jalan Dempo menemui Udin (DPO) untuk mengambil satu paket shabu. Setelah itu ia kembali ke Kantor Disdikpora Palembang.

Selanjutnya terdakwa masuk ke Ruang Bidang Olahraga yang di dalam ruangan sudah ada tiga terdakwa lain yang sedang menyiapkan alat isap shabu kemudian mereka secara bersama-sama mengonsumsi barang haram tersebut.

Setelah selesai mengonsumsi, terdakwa duduk santai di ruangan tersebut dan tak lama kemudian datang petugas dari BNNP Sumsel melakukan penggrebekan dan ditemukan sejumlah barang bukti.

Pada hari itu juga petugas BNNP Sumsel membawa terdakwa Wononito ke rumah terdakwa Robert Chandra Perdana Kusuma (berkas terpisah) karena ada SMS dari Robert yang dikirimkan ke terdakwa, terkait narkoba.

Usai mendengarkan dakwaan JPU, majelis hakim yang diketuai Wisnu Wicaksono melanjutkan sidang dengan memeriksan saksi-saksi, yakni petugas BNN yang melakukan penangkapan dan sekuriti Disdikpora yang saat itu ada di lokasi penangkapan.korankito.com/ria