Bisa Dipercaya

Polresta Palembang Gagalkan Transaksi Shabu Rp 1 M

Jpeg

Palembang – Mendapatkan laporan dari masyarakat yang mengatakan bahwa akan ada tranksaksi narkoba di kawasan Jalan Jendral Sudirman, tepatnya di depan Hotel Anugrah Palembang. Unit Satuan Reserse (Satres) Narkoba Polresta Palembang langsung melakukan penyelidikan.

Hasilnya, satu pria berinisial MH (25) warga Jalan Sultan Moh Mansyur, Lorong Lebak Keranji Kelurahan Bukit Lama, Kecamatan Ilir Barat (IB) I, Palembang, yang diduga sebagai bandar narkoba berhasil diamankan oleh Satres Narkoba Polresta Palembang, Kamis (12/5) sekitar pukul 13:00 WIB.

Berita Sejenis

Ogan Ilir: Bandar Narkoba Diringkus Polisi

Terlilit Utang, Bambang Main Sabu

Dua Wanita Bandar Narkoba Dituntut 15 Tahun

1 daripada 30

Dari tangan pelaku, Polisi menyita dua kantong besar shabu dengan berat 1 kg yang dibawa tersangka dengan menggunakan kantong kresek warna putih dan satu unit handphone milik tersangka.

“Pelaku mengakunya sebagai kurir saja, tapi yang namanya tersangka pasti berkelit. Dia juga mengatakan kalau shabu ini, akan diserahkan kepada DD yang saat ini masih terus kita kejar,” ucap Kapolresta Palembang, Kombes Pol Tommy Aria Dwianto saat gelar kasus di Aula Mapolresta Palembang, Selasa (17/5) malam.

Lanjut Tommy, pihaknya terus akan melakukan penyelidikan, guna mencari tahu dari mana asal barang haram tersebut. “MH mengaku baru satu kali melakukan perbuatannya, dan langsung ditangkap. Rencananya, shabu tersebut akan diedarkan di wilayah Palembang, kita akan terus melakukan penyelidikan untuk mencari tau asal barang ini,” jelasnya.

Ditambahkan pria yang baru saja menjabat Kapolresta Palembang ini, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka MH akan dijerat dengan pasal 112 dan pasal 114 ayat 2 Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman maksimal hukuman mati.

Dalam gelar kasus ini, hadir juga Direktur Ditres Narkoba Polda Sumsel Kombes Pol Irawan David Syah menjelaskan, maraknya peredaran narkoba di wilayah provinsi Sumatera Selatan dikarenakan daerah perbatasan yakni Lampung, Jambi, dan Bengkulu. Maka dari itu, jalur masuk ke wilayah Sumsel dinilai cukup banyak, baik melalui darat, laut serta udara.

“Semua harus bersinergi memberantas narkoba ini. Kita sedikit sulit menangkap para bandar-bandar ini karena dalam peredaran narkoba ini menerapkan pola sel terputus dan berantai. Untuk kemungkinan bandar narkoba di dalam penjara, masih ada kemungkinan,” katanya. (korankito.com/denny)