Bisa Dipercaya

Pengedar Upal Terancam Penjara 15 Tahun

IMG-20160517-WA0014

Palembang – Terdakwa Nurhasanah alias Sana (37) dan Sarnubi alias Tubi (21), kedua terdakwa warga jalan Sungai Pinang, Lorong Berdikari, RT 16, Kelurahan Sungai Pinang, Kecamatan Rambutan, Kabupaten Banyuasin kembali menjalani sidang di Pengadilan Negeri (PN) Palembang, Selasa (17/5) dengan agenda mendengarkan keterangan terdakwa yang sudah mengakui perbuatannya mengedarkan uang palsu.

Dalam persidangan terdakwa Nurhasanah mengatakan saat keduanya di tangkap, terdakwa Sarnubi kebetulan sedang berada di rumahnya. “Saat itu Sarnubi berada di rumah saya pak hakim karena dia itu sudah jadi adik angkat saya,” katanya membalas pertanyaan hakim.

Usai mendengarkan keterangan kedua terdakwa, majelis hakim Togar SH pun langsung menunda jalannya persidangan. “Sidang kita tunda hingga pekan depan dengan agenda tuntutan dari JPU,” jelas Togar.

Sebelumnya Jaksa Penuntut Umum (JPU) Yunita SH dipersidangan menjelaskan terdakwa Nurhasanah dan Sarnubi didakwa memiliki, menyimpan atau mengedarkan uang palsu sebanyak 60 lembar uang palsu pecahan Rp50 ribu dan telah dijadikan barang bukti, karena perbuatan tersebut kedua terdakwa didakwa dengan dakwaan pertama dalam pasal 26 ayat (1) Jo pasal 36 ayat (1) undang-undang nomor 7 tahun 2011 tentang mata uang jo pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHP dan atau dakwaan kedua pasal 26 ayat (3) undang-undang nomor 7 tahun 2011 tentang mata uang dam atau dakwaan ketiga dalam pasal 244 KUHP Jp pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHP serta dalam dakwaan ke empat pasal 245 KUHP Jo pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHP. Dalam kasus mengedarkan uang palsu ini keduanya bakal terancam hukuman 15 penjara. (korankito.com/ria)