Bisa Dipercaya

Melawan, Irwansyah Dihadiahi Timah Panas

IMG_20160517_134724

Palembang – Akibat melawan petugas saat memergoki aksinya melakukan transaksi jual beli senjata api (senpi) rakitan, Irwansyah alias Iwan (43), harus merasakan timah panas petugas Jatanras Polda Sumsel. Irwansyah terpaksa dilumpuhkan setelah tersangka berani menembakan senpi ke arah petugas sebanyak dua kali dan karena tak ingin menimbulkan korban, petugas terpaksa melumpuhkan tersangka dengan menembakkan bagian kedua kaki Irwansyah.

Dari informasi yang dihimpun, Irwansyah (tersangka) ditangkap oleh petugas Unit Jatanras Polda Sumsel di desa Bondon Kampung Tiga Kabupaten Banyuasin saat ingin melakukan transaksi senpi ilegal pada Senin (16/5) sekitar pukul 15:00 WIB.

Berita Sejenis
1 daripada 2

Dihadapan petugas, tersangka yang tercatat sebagai warga Desa Banyu Lincir Kabupaten Banyuasin ini mengaku, jika saat itu ia tengah menemui seseorang yang ingin membeli senpi hasil gadaian miliknya. Ditemani rekannya, tersangka berniat menjual senpi tersebut seharga Rp1,2 juta beserta lima amunisi. “Mau saya jual pak, senpi itu hasil gadaian rekan saya sebulan yang lalu. Sama rekan saya, tetapi gagal karena ditangkap polisi terlebih dahulu,” ungkap Iwan saat diamankan di Mapolda Sumsel, Selasa (17/5).

Tersangka yang bekerja sebagai petani ini mengatakan, jika ia mendapatkan senpi tersebut dari seorang rekannya bernama Bogok seharga Rp700 ribu. “Dapat dari Bogok pak, dia gadai tapi tidak pernah ditebus jadi saya berniat untuk menjualnya,” ujar Iwan.

Dari tangan tersangka, petugas berhasil mengamankan satu pucuk senjata api jenis revolver dan lima peluru organik standar kepolisian, beserta satu bilah pisau gunting dan lima buah ATM. DirDitreskrimum Polda Sumsel, Kombes Pol Daniel TH Monang, didampingi Kasubdit 3 Ditreskrimum Polda Sumsel, AKBP Hans Rahmatullah mengatakan, jika penangkapan pelaku merupakan hasil pengembangan dari laporan seorang warga yang diduga telah menjadi korban pencurian dengan kekerasan oleh pelaku. Mengetahui keberadaan pelaku, petugas pun langsung mengejar dan ketika pelaku melihat petugas sempat terjadi perlawanan, namun petugas berhasil melumpuhkan pelaku dengan melakukan tindakan tegas.

“Dari hasil pengembangan, kita lakukan penangkapan. Dan dari pengakuan pelaku jika ia pernah terlibat transaksi senpi ilegal, namun untuk pidana curas masih kita dalami dengan mendatangkan korban atau pelapor,” ujar Daniel.

Sedangkan, untuk tindak pidana pelaku, Daniel menambahkan, jika pihaknya akan memproses kepemilikan senpi terlebih dahulu sebelum memproses tindak pidana lainnya. “Dan pelaku akan dijerat Undang-undang Darurat terlebih dahulu, sedangkan pasal 365 masih dalam penyelidikan,” jelas Daniel