19 Peserta OSN Diduga Keracunan Makanan

IMG_3938

Palembang – KORKIT

Sebanyak 19 orang peserta Olimpiade Sains Nusantara (OSN) 2016 dilarikan ke rumah sakit, Senin (16/5). Mereka terindikasi keracunan makanan hingga mengalami mual, muntah dan pusing kepala.

Namun belum bisa dipastikan, makanan tersebut berasal dari hotel tempat mereka menginap atau dari katering luar. Tapi bisa dipastikan, para murid tersebut mengalami keracunan.

Kasubdit Peserta Didik Direktorat Pembinaan SMA Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI – selaku Ketua Pelaksana OSN 2016 Tingkat SMA- Suharlan membenarkan peristiwa tersebut.

Pihaknya kini menunggu hasil pemeriksaan dari laboratorium kesehatan Dinkes Kota Palembang.

“Tapi kami tidak bisa mengatakan keracunan karena masih menunggu hasil laboratorium,” tukasnya.

Dua Masih Sakit

Dari 19 siswa yang dilarikan ke rumah sakit, 17 orang di antaranya sudah diperbolehkan pulang dan kembali mengikuti perlombaan.

Sementara dua orang lainnya masih dalam tahap penyembuhan serta istirahat di RS Siloam Palembang.

“Mereka adalah peserta OSN yang berasal dari Jawa Tengah, DKI Jakarta, Yogyakarta, Kalimantan Timur dan Banten. Panitia pelaksana terus koordinasi dengan pendamping peserta agar tetap mengawasi anak-anak,” tuturnya.

Pihaknya mengklaim sebelum kegiatan berlangsung, semua makanan yang berasal dari hotel atau katering sudah dicek dan diperiksa di laboratorium. “Jadi semuanya sudah kita cek. Benar keracunan atau tidak, masih kita tunggu hasilnya,” jelas Suharlan.

Ditambahkan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel, Widodo, pihaknya meminta bantuan kepada dinas kesehatan setempat untuk menginvestigasi kasus ini.

Ia mengakui dugaan sementara, para siswa peserta OSN itu keracunan makanan. Sebab dari gejala yang ada menandakan para peserta itu seperti keracunan makanan. “Tapi memang belum bisa dipastikan, sebab di hotel ini ada 228 orang yang menginap, 170 orang di antaranya adalah peserta OSN. Nah yang diduga keracunan itu, semuanya ada di hotel ini. Meski 17 di antaranya sudah sehat dan kembali beraktivitas, kita tetap jalani penelusuran penyebab ini,” tandasnya. O ria