Zulkipli Laporkan Bandar Arisan

 

IMG_20160516_113101
Palembang – Gara-gara tak dapat arisan, Zulkipli (41) melaporkan Wiwin (35) ke polisi. Alasannya, ia merasa dikelabui karena hingga arisan berakhir, si bandar arisan tak memberikan haknya.

Warga Jalan Ki Marogan, Kelurahan Kemas Rindo, Kecamatan Kertapati, Palembang, tersebut mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Palembang, Senin (16/5) siang.

Di hadapan petugas, Zulkipli mengatakan kejadian bermula saat ia dan bersama enam teman lainnya mengikuti arisan, di mana Wiwin sebagai bandarnya. Setiap hari, mereka menyetorkan uang sebesar Rp100 ribu.

“Setiap 10 hari, setelah masing-masing anggota menyetorkan uang satu juta rupiah, arisan itu dikuncang,” ujarnya di depan petugas.

Zulkipli menambahkan, awalnya arisan tersebut berjalan dengan lancar. Namun, belakangan mulai tersendat. Puncaknya hingga lima bulan berakhir arisan itu, dirinya tidak mendapatkan hak yang semestinya ia peroleh.

“Arisan itu berakhir Desember kemarin, namun sampai sekarang saya belum mendapatkan uang saya. Kalau yang lain saya tidak tahu, nama saya keluar paling terakhir saat dikuncang,” jelas pedagang ini.

Lanjut Zulkipli, ia sudah sedikit bersabar menunggu haknya tersebut. Namun, Wiwin selalu berkelit saat ditagih dan belum bisa membayarnya uang arisan tersebut. Sehingga, ia mengalami kerugian Rp7 Juta.

“Pas saya tagih, katanya dia mau bayar arisan kalau rumah miliknya sudah laku terjual, tapi katanya setiap kali ada yang bertanya selalu tidak jadi. Seperti tak mau menjual rumahnya. Dari sana saya mulai kesal, sehingga melaporkannya ke polisi,” tuturnya.

Sementara Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Maruly Pardede SIk MH mengatakan, jika laporan korban saat ini telah diterima dengan no.‎ LP/ B-1311/ V/ 2016/ Resta/ Sumsel dan akan segera ditindaklanjuti.

“Laporannya sudah kita terima dan akan diselidiki terlebih dahulu,” tegasnya.  (korankito.com/denny)