Lima Mayat Di Perairan Banyuasin Adalah Keluarga Tasir

IMG-20160516-WA0002

Palembang – Misteri penemuan lima jasad di perairan desa Muarakuang Kabupaten Banyuasin beberapa waktu lalu, kini mulai menemukan titik terang. Keempat mayat itu diduga merupakan satu keluarga yang menjadi korban pembunuhan.

Mirisnya, para korban dibuang diperairan desa setempat dengan keadaan sudah membusuk. Bahkan, tiga diantaranya dibungkus menggunakan karung, sementara satu jenazah berusia 14 tahun jenis kelamin perempuan sudah kehilangan kaki dan tangannya. Identitas para korban diketahui bernama  Tasir bin Sarat (65), Kartini binti Tasir (37), Winarti binti Mansyur (14), Ariyam binti Antar (6) dan Topiah (60) baru ditemukan.

Awalnya, petugas menemukan sepasang pria dan wanita mengambang di perairan Banyuasin dengan terbungkus dalam karung, Jumat (13/5) lalu. Dihari berikutnya, kembali ditemukan satu korban mengambang tak jauh dari lokasi penemuan awal. Di hari Minggu (15/5) lalu, satu korban lagi temukan dibungkus dalam karung. Dan terakhir, Senin (16/5) satu korban lagi ditemukan.

Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Djarot Padakova saat ditanyai mengenai pembunuhan sadis tersebut mengatakan, para korban merupakan satu keluarga yang tewas dibantai. Saat ini pihaknya, masih menyisir lokasi kejadian lantaran diduga ada satu korban lagi. “Sekarang petugas masih menyisir sungai, motifnya pembunuhan berencana. Para korban adalah keluarga” ungkap Djarod, Senin (16/5).

Disambung Djarot, dari hasil olah TKP awal di kediaman korban, ditemukan banyak bercak darah. Sehingga kuat dugaan korban lebih dulu dihabisi lalu dibuang pelaku ke sungai. “Beberapa saksi masih kita periksa. Seluruh jenazah diperkirakan tewas sudah empat hari terakhir. Dirkrimum Polda Sumsel langsung memimpin olah TKP” ujarnya.

Informasi yang beredar, korban merupakan warga transmigrasi baru di Jalur 16 Desa Indrapura. Tasir awalnya pendatang dari pulau Jawa yang akan menjadi petani ditempat itu. Tasir sendiri telah menjual tanah di Jawa seharga Rp600 juta baru-baru ini. Namun, uang tersebut rupanya telah dititipkan korban kepada keluarganya. Hingga muncul dugaan korban tewas dibantai dengan motif perampokan. (korankito.com/kardo)