Ratusan Ribu Pelanggan PDAM Bakal Kesulitan Air Bersih

andi-wijaya-34

Palembang – Para pelanggan air bersih di kota Palembang diharapkan untuk bisa berhemat dalam pemakaian air bersih beberapa hari kedepan. Pasalnya Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Tirta Musi Palembang akan melakukan penghentian sementara pengaliran air bersih ke 9 unit pelayanan pelanggan  baik di Seberang Ulu dan Seberang Ilir.

Direktur Operasional PDAM Tirta Musi Andi Wijaya mengatakan gangguan pengaliran air ke sambungan pelanggan di kota Palembang dikarenakan PDAM Tirta Musi akan melakukan flashing trafo yakni pemeliharaan trafo pada instalasi dengan mengganti oli trafo dengan oli baru.  “Rata-rata penghentian aliran dari 5 sampai 9 jam yang akan dimulai pada jam 9 pagi,” katanya, Jum’at (13/5).

Menurut Andi, flashing trafo ini bertujuan untuk menjaga kehandalan kinerja trafo diinstalasi PDAM, karena itu akan ada penghentian aliran sementara ke sambungan pelanggan. Gangguan pengaliran air bersih tersebut akan berlangsung selama tiga hari yang di mulai dari tanggal 16 Mei 2016 – 18 Mei 2016.

Adapun unit pelayanan yang akan terkena dampak dari flashing trafo yakni Water Treat Plane (WTO) Borang yang meliputi unit pelayanan Sako Kenten pada tanggal 16 Mei 2016 dengan lamanya gangguan selama 5 jam. Setelah itu WTP Ogan pada tanggal 17 Mei 2016 dengan unit pelayanan Seberang Ulu II dan Seberang Ulu I dengan lamanya gangguan selama 9 jam. Selain itu Intake  Karang Anyar pada tanggal 18 Mei 2016 yang meliputi 6 unit pelayanan seperti unit pelayanan Rambutan, KM 4, 3 Ilir, Sako, Karang Anyar dan Alang-Alang Lebar yang akan mengalami gangguan selama 9 jam.

“Hanya unit pelayanan Kalidoni yang tidak terkena dampak. Selain itu juga pengaliran air di wilayah KM 4 hanya sebagian saja yang terkena dampak,” jelasnya sembari mengatakan gangguan tersebut tidak serentak namun dibagi menjadi tiga hari

Andi pun mengimbau kepada pelanggan untuk tidak panik dengan adanya gangguan tersebut. flashing trafo yang dilakukan PDAM tersebut rutin dilakukan untuk perawatan dari kinerja trafo yang digunakan di instalasi pengolaan air. Selain itu juga dengan jam operasional pengaliran selama 24 jam, wilayah-wilayah yang terkena dampak dari flashing trafo akan tetap mendapatkan pengaliran air bersih.

“Untuk unit wilayah yang mendapatkan jatah air bersih tidak 24 jam akan dikembalikan lagi ke unit pelayanan masing-masing,” pungkasnya. (korankito.com/ria)