Polda Sumsel Tindak Tegas Penyebar Stiker Palu Arit

IMG_20160512_142936

Palembang – Penemuan stiker bergambarkan palu arit dibeberapa titik di wilayah Palembang beberapa waktu lalu. Membuat Kapolda Sumsel, Irjen Pol Drs Djoko Prastowo angkat bicara. Dihadapan para wartawan, Jendral Bintang Dua ini menegaskan, jika penyebaran lambang dan paham komunis merupakan pelecehan dan merusak tatanan negara. Bahkan, Kapolda juga menjelaskan jika pergerakan generasi ormas PKI kini sudah ada di wilayah Sumsel. Namun, pergerakan para pelaku dilakukan secara tertutup.

“Itu sudah melecehkan negara, bahkan di undang-undang itu sudah dituliskan jika paham tersebut tidak boleh hidup di indonesia. Dan saat ini organisasi tersebut sudah ada di Palembang, tapi mereka bergerak secara tertutup,” jelas Kapolda, Kamis (12/5).

Selain itu, Kapolda juga menyayangkan, dengan pandangan masyarakat yang tidak peduli dengan membiarkan para pelaku menempelkan lambang tersebut sebagai propaganda.

“Sangat disayangkan juga, kenapa masyarakat membiarkan para pelaku dengan leluasa menyebarkan lambang tersebut. Padahal, lambang tersebut merupakan lambang yang merupakan musuh negara,” imbuhnya.

Disinggung mengenai tindak tegas aparat terhadap pelaku penyebar paham tersebut, Kapolda dengan tegas mengatakan jika pelaku yang terbukti menyebarkan paham terlarang seperti komunis atau PKI akan dihukum seberat-beratnya, hukuman mati. Sebab, penyebaran tersebut dapat merusak keamanan negara dan memprovokasi masyarakat untuk terpecah belah.

“Kita hukum seberat-beratnya, hukuman mati. Apapun yang mengancam masyarakat dan negara akan kita tindak tegas. Jadi jangan coba-coba menyebarkan paham yang dapat menyebabkan konflik berdarah seperti tragedi tahun 1965,” tegas Kapolda.

Sementara, Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol R Djarod Padavoka mengatakan, jika saat ini pihaknya telah mengkoordinasikan pihak dari jajaran Polresta Palembang mencabut dan melepaskan stiker, spanduk, atau sesuaru yang didalamnya terdapat lambang Komunis. Sebab, hal ini bisa saja memicu dan memprovokasi masyarakat beserta ormas terkait paham yang memang dilarang di indonesia.

“Kita sudah menurunkan beberapa anggota dari Polresta Palembang untuk melepaskan sesuatu yang mempunyai logo atau lambang yang berbau komunis. Dan kita mengharapkan agar masyarakat beserta ormas agar tidak nudah terprovokasi dengan munculnya paham komunis yang sudah lama di usung oleh PKI,” ungkap Djarod.

Selain itu, Djarod juga menambahkan, jika sejak minggu kemarin, Kapolda sudah memerintahkan semua jajaran untuk terus mencari siapa pelaku yang dengan sengaja menyebarkan paham tersebut. Bahkan, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan pihak kejaksaan untuk meneliti sample stiker tersebut, apakah maksud dari penyebaran stiker tersebut merupakan propaganda atau tidak.

“Sejak kemarin Kapolda sudah menginstruksikan semua jajaran untuk terus menyelidiki penyebaran stiker tersebut. Dan kita juga sudah berkoordinasi dengan kejaksaan untuk melakukan pengecekan,” jelasnya.

Disinggung mengenai hukuman bagi pelaku yang ketahuan menyebarkan stiker dan paham tersebut, Djarod menjelaskan, untuk para pelaku yang dengan sengaja menyebarkan paham tersebut akan di tangkap dan di dilakukan lidik terlebih dahulu, apakah maksud dan tujuan para pelaku menyebarkan lambang terlarang tersebut. Sebab, pelaku yang menyebar paham yang sudah lama dilarang oleh negara sama saja melanggar hukum.

“Kita lidik dulu, yang pasti penyebaran paham tersebut jelas telah melanggar hukum negara,” tutupnya. (korankito.com/kardo)