Pangdam II/SWJ : Komunis Tak Boleh Lagi Bangkit

IMG-20160511-WA019

Palembang – Penyebaran sejumlah atribut berbau PKI atau komunis di beberapa wilayah kota Palembang, membuat jajaran instansi kepolisian dan TNI melakukan penyelidikan. Pihak TNI maupun kepolisian menurunkan beberapa anggota intel baik itu dari polisi maupun TNI.

Pangdam II/Swj Mayjen TNI Purwadi Mukson, S.I.P, secara tegas memerintahkan kepada semua anggotanya untuk membersihkan tempelan-tempelan seperti stiker dan mencari tahu siapa dalang yang menyebarkan lambang komunis (palu arit) tersebut. “Saya telah mengeluarkan perintah untuk membersihkan tempelan stiker lambang palu arit tersebut, dengan bekerja sama dengan aparat polisi dan BIN”, ujar Pangdam.

Purwadi mengatakan, tidak boleh ada indikasi kebangkitan komunis di wilayah jajaran Kodam II/Swj. “Kami seluruh warga Kodam II/Swj akan menghilangkan itu, komunis tidak boleh hidup di Indonesia termasuk di Bumi Sriwijaya”, tandas Pangdam, Jum’at (13/5).

Lebih lanjut Purwadi menjelaskan, bahwa perlunya bantuan informasi dari masyarakat untuk menunjukkan dan melaporkan apabila ada yang menyebarkan atribut atau lambang PKI. “Jadi bukan hanya menjadi tanggungjawab Kodam II/Swj saja, tetapi itu merupakan tanggungjawab seluruh masyarakat di wilayah Sumbagsel untuk bersama-sama menghancurkan kebangkitan komunisme”, terangnya.

Selain itu, tambah Pruwadi, Kodam II/Swj juga akan melakukan langkah-langkah sosialisasi dengan membuat dan memasang spanduk di wilayah Kodam II/Swj. “Mari kita bersatu melawan bangkitnya komunis.  Dan juga saya akan memberikan sosialisasi pada saat diberikan kesempatan untuk menyampaikan materi itu di kampus-kampus,” ujarnya. (korankito.com/kardo)