Nasution Susul Teman Ke Hotel Prodeo

IMG_20160513_144525

Palembang – Nasution (42) warga Dusun I Tanjung Agung Selatan, Kecamatan Lais, Kabupaten Musi Banyuasin menyusul kedua rekannya yakni, Sutaryono (34) dan Ego (36) yang sudah lebih dulu merasakan menginap di hotel prodeo Polsek Lais. Ia ditangkap, lantaran terlibat dalam aksi curas (pencurian dengan kekerasan) pada tahun 2015 silam.

Saat akan disergap di rumahnya oleh petugas Buser Polsek Lais yang dipimpin secara langsung oleh Kapolsek Lais, Iptu Feryanto, Nasution hendak melarikan diri. Sehingga, anggota Polsek melepaskan tembakan peringatan, tapi karena tidak dihiraukan, terpaksa polisi menghadiahkan timah panas di betis kaki kirinya.

Berdasarkan informasi yang didapat, ketika melancarkan aksinya, Nasution dibantu oleh ketiga teman lainnya, yakitu Sutaryono yang ditangkap pada (29/9) tahun lalu dan Ego ditangkap (11/5) kemarin. Satu lagi, temanya bernama IN (DPO) masih dalam proses pengejaran.

“Benar masih ada satu rekannya yang masih berstatus DPO, namanya sudah kita kantongi dan terus dikejar,” jelas Kapolres Muba, AKBP Julian Muntaha melalui Kapolsek Lais, Iptu Feryanto, Jum’at (13/5) kemarin.

Lanjut, mantan Kanit Opsnal Intel Satbrimob ini mengatakan, aksi curas yang dilakukan Nasution Cs dengan cara menghadang motor korban Surlina, saat korban melintas di tempat kejadian perkara (TKP) Jalan Village X Desa Tanjung Agung Selatan Kecamatan Lais Kabupaten Muba.

“Jadi Sutaryono memegang satu golok dan satu kayu bulat, dan pelaku Ego membawa satu buah golok untuk menghadang korban, setelah korban berhenti, keduanya mendekati korban. Kemudian, langsung menarik tas korban yang berisikan uang Rp 2 juta. Sedangkan, pelaku Nasution bertindak mengawasi situasi,” beber Fery, didampingi kanit Reskrim, Ipda Efendi.

Setelah Sutaryono dan Ego merampas korban, lalu datang lagi pelaku IN mendekati korban lagi dan langsung mengambil sepeda motor milik Surlina. “Jadi, pelaku ini secara bergantian meramaps harta benda korban, dimulai dari tas, uang, dan motor, atas ulah pelaku akan diancam pasal 365 dengan hukuman 9 tahun penjara,” jelasnya.

Sementara itu, tersangka Nasution saat menjalani pemeriksaan mengaku terpaksa melakukan aksi curas tersebut. Dikarenakan, terpepet kebutuhan ekonomi. “Saya tidak berkerja lagi, jadi untuk mencukupi kebutuhan keluarga, terpaksa melakukan aksi ini,” ujarnya.

Selain itu, ia juga mengatakan kalau dirinya hanya saja oleh temannya saat itu, karena tidak mempunyai pekerjaan tetap, lalu ia menerima tawaran tersebut. “Saya dijemput dari rumah Pak, diajak teman. Karena tidak ada pekerjaan jadi saya mau. Saya mendapatkan uang sebesar Rp 1,5 juta, uangnya sudah habis untuk makan,” tutupnya. (korankito.com/denny)