Bisa Dipercaya

Kedapatan Bawa Senpi, Alex Dicokok Polisi

IMG_20160513_162129

Palembang – Kedapatan membawa senjata api rakitan (senpira) jenis revolver dengan lima butir peluru yang masih aktif. Alex (27) warga Jalan Pengadilan, Kecamatan Sukarame Palembang, digelandang unit Sabhara Polresta Palembang ke Mapolresta Palembang, Jum’at (13/5) malam.

Ditangkapnya Alex (pelaku), berawal saat petugas Sabhara Polresta Palembang sedang melakukan patroli rutin disepanjang Jalan Soekarno-Hatta Palembang, sekitar pukul 01:00 dini hari tadi.

Berita Sejenis
1 daripada 6

Sesampai dilokasi kejadian, melihat gerak-gerik palaku yang mencurigakan, petugas langsung mendadak stop dan menggeledah palaku yang sedang duduk di pelataran ruko bersama dua rekan lainnya.

Namun, palaku menolak diperiksa petugas, sehingga terjadilah perkelahian antara pelaku dan unit Sabhara. Ternyata, kejadian tersebut disempatkan dua pelaku lainnya, untuk kabur dari penggeledahan petugas kepolisian.

Setelah berhasil menenangkan palaku, polisi langsung menggeledahnya dan polisi pun mendapatkan satu pucuk senpira bersama lima butir amunisi dan jimat bertuliskan huruf rajahan yang diikat di pinggangnya. Namun, palaku membantah kalau senpira tersebut miliknya. Ia mengaku kalau senjata itu dipinjamnya dari GF yang masih DPO untuk berjaga-jaga.

“Jujur pak, baru malam ini saya meminjam senpi itu yang akan saya gunakan untuk berjaga-jaga di ruko ini, jadwal saya jaga hanya tinggal semalam lagi,” katanya gugup.

Sedangkan, jimat bertulis huruf rajahan itu dijadikan ikat pinggang, yang menurutnya untuk menjaga diri selama ia bekerja. “Sudah dua tahun ini, saya pakai jimat. Hanya buat keselamatan saya,” katanya.

Dari penangkapan itu, Kapolresta Palembang Kombes Pol Tommy Aria Dwianto didampingi Kabag Ops, Kompol Andy Kumara dan Kasat Reskrim Kompol Maruly Pardede menuturkan, saat ini pihaknya sedang melakukan pendalaman terkait kepemilikan senpira yang didapatkan dari pelaku Alex.

“Kasus ini terus akan didalami, dan masih ada dua orang lagi yang berstatus DPO. Tersangka ditangkap oleh petugas patroli kita. Saat penangkapan memang sempat terjadi perkelahian,” ungkap Tommy.

Menurut Tommy, terkait peluru milik tersangka pihaknya akan membawa ke Labfor untuk memastikan sumber peluru tersebut.

“Dari pengakuan tersangka, senpi itu dibawanya, untuk berjaga-jaga saja. Namun, kita tetap tangkap, karena bersalah dan melanggar hukum. Kasus akan kami dalami, atas ulahnya, diancaman UU darudat No 12 tahun 1951 dengan ancaman kurungan penjara 15 tahun,” tutupnya. (korankito.com/denny)