Jadi Kurir Shabu, Harisman Di Bui Enam Tahun 

Screenshot_2016-05-10-19-24-31_1462883550339

Palembang – Terbukti sebagai kurir narkoba jenis shabu, Harisman alias Aris (33) warga Jalan Soekarno Hatta, RT 06, RW 09, Kelurahan Siring Agung, Kecamatan IB I Palembang ini akhirnya dibui selama enam tahun penjara. Vonis atas Harisman ini dibacakan Hakim Firman Pangabean SH di ruang sidang Pengadilan Negeri Palembang, Selasa (10/5).

Majelis Hakim Firman Pangabean SH yang didamping dua hakim anggota Kamaluddin SH dan Eliwarti SH mengatakan, perbuatan terdakwa terpenuhi yakni melakukan tindak pidana memilik, menyimpan, menyediakan atau menguasai narkotika golongan I jenis shabu sebagimana diatur dalam pasal 112 ayat (1) undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. Semuanya terbukti di persidangan berdasarkan keterangan saksi dan barang bukti yang ada.

“Menghukum terdakwa Harisman alias Aris selama enam tahun penjara dikurangi selama terdakwa menjalani masa penahanan sementara dan pidana denda sebesar Rp800 juta subsider tiga bulan penjara, serta barang bukti dua paket sabu dengan berat 0,802 gram dan timbangan digital dirampas untuk dimusnahkan,” kata Firman.

Setelah amar putusan dibacakan majelis hakim, terdakwa yang didampingi oleh penasehat hukumnya dari Pusbakum PN Palembang, akhirnya menyatakan menerima atas putusan tersebut. Walaupun sebelumnya Majelis Hakim memberikan hak kepada terdakwa apakah akan menerima atau pikir-pikir atau mengajukan upaya banding selama tujuh hari dari waktu jatuhnya putusan hakim.

“Saya terima pak hakim,” kata terdakwa

Lain hal dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejati Sumsel Juharni SH yang menyatakan pikir-pikir atas putusan hakim, walaupun vonis tersebut lebih rendah dari tuntutan pidana sebelumnya. Dimana terdakwa Harisman alias Aris sebelumnya didakwa dengan dakwaan pertama pasal pertama pasal 114 ayat (1) dan atau dakwaan kedua pasal 112 ayat (1) undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. Pada akhirnya unsur-unsur perbuatan terdakwa terbukti melanggar pasal 112 ayat (1) yang dituntut dengan pidana pindana penjara selama delapan tahun dan denda RP800 juta subsider 6 bulan kurungan penjara pada persidangan sebelumnya. (korankito.com/ria)