Bisa Dipercaya

Dukung Pekan Kelambu Massal Nasional, Dinkes Lahat Bagikan 25 Ribu Kelambu

_MG_9517

Lahat – Pemerintah kabupaten Lahat terus mendukung pelaksanaan program berobat gratis yang dilakukan oleh Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Provinsi Sumsel. Kali ini, hal nyata yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Lahat yakni dukungan terhadap Program Pekan Kelambu Massal.

Dukungan terhadap program tersebut, Pemerintah Kabupaten Lahat melalui Dinas Kesehatan Lahat melakukan pembagian 25 ribu kelambu kepada masyarakat di kabupaten Lahat. Secara simbolis, pembagian kelambu itu dilakukan di Puskesmas Desa Selawi, Lahat, Selasa (10/5). Pembagian 25 ribu ini diperkirakan akan melindungi 43.438 penduduk yang tersebar di 11 kecamatan yang paling tinggi tingkat penderita malarianya.

Berita Sejenis
1 daripada 21

Bupati Lahat H Saifudin Aswari Riva’i SE, melalui Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Lahat dr H Rasyidi Amri MKN mengatakan, malaria merupakan penyakit yang bermasalah di Indonesia dan menyebabkan angka pesakitan dan kematian yang sering menimbulkan kejadian luar biasa (KLB).

“Hal ini ini menjadi ancaman di daerah tropis dan sub tropis juga mempengaruhi angka kematian bayi, anak umur di bawah lima tahun dan ibu melahirkan serta menurunkan produktivitas kerja,” terangnya.

Diungkapkannya, strategis pengendalian malaria, meliputi program kelambunisasi, penyemprotan rumah, dan sosialisasi dalam upaya pencegahan lainnya. Dalam upaya pengendalian malaria, dipandang perlu untuk dilakukan dan diawali dengan pencanangan pekan kelambu nasional dan pengobatan bagi penderita malaria di daerah endemis tinggi.

“Kegiatan ini demi menurunkan angka kesakitan malaria melalui penemuan penderita secara dini serta melakukan pencegahan malaria melalui penggunaan kelambu anti nyamuk, sehingga dapat memberikan perlindungan yang optimal bagi kita terutama ibu hamil, bayi dan balita yang merupakan kelompok rentan terhadap penularan malaria,” ungkapnya.

Menurutnya, cakupan pemakaian kelambu anti nyamuk harus mencapai 100 persen dari jumlah penduduk yang tinggal di daerah endemis malaria. Hal ini dapat dicapai dengan kampanye penggunaan kelambu anti nyamuk secara rutin melalui kegiatan terintegrasi.

“Kelambu yang dibagikan ini ditujukan kepada desa-desa yang menjadi endemik malaria. Pencegahan dilakukan secara optimal mulai dari sosialisasi hingga memberikan kelambu berinsektisida ini. Kebetulan simbolis di Desa Selawi, sebab penderita tertinggi di tempat ini dari data yang dimiliki, sekaligus sosialisasi bagi warga,” tegasnya.

Bupati Lahat H Saifudin Aswari Riva’i SE berpesan agar pemberian kelambu harus tepat sasaran dan memberikan manfaat. “Terpenting lagi, kepada masyarakat mari bersama-sama kita menjaga kebersihan lingkungan supaya terhindar dari berbagai penyakit khususnya malaria,” terang Aswari.

Sementara perwakilan dari Kementrian Kesehatan RI Sabar Paulus MSi mengatakan, pihaknya memberikan apresiasi kepada Pemerintah kabupaten Lahat yang mau berperan serta dalam Pekan Kelambu Massal ini.

“Memang wilayah endemis malaria di Indonesia tertinggi kebanyakan dari  timur Indonesia. Sementara wilayah lainnya tidak begitu banyak. Kami mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Lahat yang mau mendukung program ini,” katanya dihadapan masyarakat Lahat dan paramedis yang hadir.

Dipaparkannya, pengaruh banyaknya mobilitas atau warga yang singgah dari luar Lahat yang menjadi kemungkinan mereka menderita malaria saling tertular. “Program pengendalian malaria ada 4 tahapan yakni pemberantasan karena kasus masih tinggi, pra eleminasi, tahap eliminasi, dan pemeliharaan menjadi daya dukung,” tuturnya. (korankito.com/rika)