Riamon, Islan, dan Aidil Dihukum 5 Tahun, Darwin 6 Tahun

IMG_0538Palembang-Majelis Hakim akhirnya menjatuhkan hukuman penjara kepada empat pimpinan dewan Muba yang tersangkut kasus suap RAPBD dan LKPJ Muba. Riamon Iskandar, Islan Hanura, dan Aidil Fitri masing-masing hukuman penjara selama lima tahun. Majelis Hakim mewajibkan ketiga terdakwa untuk membayar denda sebesar Rp200 juta subsidair kurungan penjara selama 3 bulan. Sedangkan terdakwa Darwin AH divonis penjara selama enam tahun dan denda sebesar Rp200 juta subsidair kurungan penjara selama 3 bulan.

Vonis majelis hakim yang dipimpin Parlas Nababan ini lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK yang sebelumnya Riamon Iskandar, Islan Hanura, dan Aidil Fitri dituntut pidana kurungan penjara selama 5,5 tahun sedangka Darwin AH selama 7 tahun.

“Menghukum terdakwa Riamon Iskandar, Islan Hanura, dan Aidil Fitri memang hukuman penjara selama lima tahun dan membayar denda masing-masing Rp200 juta rupiah subsidair 3 bulan kurungan. Sedangkan terdakwa Darwin AH hukuman kurungan penjara selama enam tahun denda Rp200 juta subsidair 3 bulan kurungan,” jelas Parlas dalam sidang yang digelar di Pengadilan Tipikor Palembang, Selasa (10/5).

Menurut Majelis Hakim, hal yang memberatkan keempat terdakwa yakni selaku pimpinan DPRD Muba telah merusak institusi khususnya kepercayaan publik terhadap DPRD. Selain itu juga keempat terdakwa tersebut merusak komponen bangsa yang seharusnya sebagai seorang pimpinan harus dapat menjaga amanah dari masyarakat Muba agar terhindar dari korupsi.

Dengan melakukan korupsi, keempat terdakwa telah menghambat jalannya roda pemerintahan di Kabupaten Muba. Dan adanya keterangan berbeli-belit yang diberikan salah satu.

Atas vonis yang dijatuhkan Majelis Hakim, terdakwa diberi kesempatan apakah akan pikir-pikir, menerima maupun mengajukan banding atas putusan yang dijatuhkan. “Silakan berkonsultasi dengan penasehatnya, kita beri waktu satu minggu untuk menyatakan sikap,” tutup Parlas.

Selesai sidang, kaksa KPK RI Kristanti ketika dimintai komentarnya menyatakan pikir-pikir atas putusan yang dijatuhkan oleh majelis hakim kepada keempat terdakwa. “Kita masih pikir-pikir dan akan kita diskusikan dahulu bersama tim, hasilnya tunggu satu minggu akan kita sampaikan,” ujar Kristanti.

Penasehat hukum ketiga terdakwa Riamon ISkandar, Islan Hanura, dan Aidil Fitri menyatakan pikir-pikir atas vonis yang diberikan majelis hakim. Penasehat Hukum Islan Hanura, Mujiburahman kepada awak media mengatamasih pikir-pikir dengan vonis hakim.

Muji berharap vonis hakim akan lebih rendah dari tuntutan JPU dengan melihat pertimbangan hal-hal yang meringankan kliennya. “Kita merasa vonis tersebut tidak memenuhi rasa keadilan. kenapa tuntutannya hanya selisih enam bulan. Padahal klien kami menyadari kesalahan dan sudah mengembalikan uang,” katanya.korankito.com/ria