Bisa Dipercaya

Polsek Gandus Amankan 5 Pencuri Baterai Tower Seluler

Jpeg
Jpeg

Palembang – Tim Buser Polsek Gandus berhasil menangkap lima kawanan spesialis pembobol tower seluler. Penangkapan dilakukan usai kelima kawanan itu melancarkan aksinya di kawasan Jalan Lettu Karim Kadir dan Jalan Alamsyah Ratu Prawira, Kecamatan Gandus, Palembang, Selasa (10/5) sekitar pukul 01:00 WIB.

Satu dari kelima pelaku, yakni Feri alias Didok (24) harus dilumpuhkan dengan timah panas dibagian betis kanan karena hendak kabur saat digerebek oleh pihak kepolisian. Adapun, keempat tersangka lainya, yaitu Gentong alias Totong (31), Ahmad Tarmizi alias Uji (27), Muhammar alias Amar (21), dan Anto (23).

Berita Sejenis
1 daripada 25

Berdasarkan informasi yang didapat, penangkapan kelima pelaku berawal dari laporan warga dan pihak pemilik tower seluler. Dari situlah, pihak Kepolisian Polsek Gandus yang dipimpin oleh Kapolsek AKP Dedi Rahmat Hidayat langsung menindak lanjuti laporan tersebut.

Ketika melakukan patroli rutin, tim buser melihat kelima pelaku sedang beraksi. Petugas pun langsung mengepung lokasi kejadian. Kelimanya berhasil diamankan setelah sempat terjadi kejar-kejaran dengan pelaku yang hendak kabur, sehingga satu pelaku dilumpuhkan.

Saat melakukan aksinya, Feri cs memanjat kandang tower, lalu membuka baut dengan menggunakan kunci pas 12 dan kunci pas 8. Setelah berhasil masuk satu diantaranya merusak lemari dan mengambil baterai khusus untuk tower seluler.

“Dari laporan, mereka ini sudah sering beraksi dan memang spesialis bobol tower seluler. Terhitung, sudah 46 buah baterai perangkat MSAN di tower Jalan Lettu Karim Kadir dan di Jalan Alamsyah Ratu Prawira dekat komplek Poligon raib,” jelas Kapolsek Gandus AKP Dedi Rahmat Hidayat, saat ditemui di Mapolsek Gandus.

Ia melanjutkan, pihaknya akan terus melakukan penyelidikan guna mendalami kasus tersebut. Atas ulahnya, pelaku akan dikenakan pasal 363 KHUP tentang pencurian dan diancam hukuman 7 tahun penjara. “Kita akan dalami dulu, untuk mengungkapkan pelaku lainnya, karena diduga pasti ada komplotan lain, mengingat laporan batrey yang hilang banyak,” jelasnya.

Sedangkan, tersangka Feri saat diperiksa mengakui perbuatannya dan sudah sering melakukan aksi pencurian tersebut. “Jujur saya memang sudah sering melakukan aksi pencurian itu. Karena saya tidak mempunyai pekerjaan yang tetap pak,” katanya.

Selain itu, ia juga mengaku setiap melancarkan aksinya tak pernah sendirian dan selalu berlima. Namun, setiap kali bergerak tempat dan rekannya selalu berganti-ganti. “Untuk tempatnya dimana-mana saya sudah lupa, yang terakhri di Jalan Ratu Prawira dan Jalan Lettu Karim Kadir, rekan-rekan saya pun selalu berganti-ganti,” katanya.

Feri menambahkan, jika aksinya berhasil, aki tersebut akan dijual ke DP yang saat ini masih buron, harga satu baterai dijual seharga Rp 4 Juta. “Uang itu kami bagi-bagi, masing-masing mendapatkan uang Rp 400 ribu. Uangnya, saya gunakan untuk makan dan mencukupi kebutuhan sehari-hari,” ujarnya. (korankito.com/denny)