Bisa Dipercaya

Penasehat Hukum Dipo Minta Bebas, Perkara Dinilai Error In Persona

Screenshot_2016-05-10-18-16-24_1462879004524
Palembang – Terdakwa kasus penjambretan yang menewaskan Dosen MDP, Dipo Suyono (25) meminta dibebaskan dari segala tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Permintaan ini disampaikan terdakwa saat membacakan nota pembelaan atas dirinya yang dibacakan oleh kuasa hukum terdakwa Edi Siswanto, di Pengadilan Negeri Palembang,  Selasa (10/5).

Kuasa hukum terdakwa Edi Siswanto saat ditemui seusai persidangan mengatakan,  bahwa wajah pelaku direkaman CCTV tidak terlihat dan tidak ada saksi yang melihat kalau terdakwa adalah pelaku yang menjambret korban. Hasil analisa saksi ahli mengenai baju yang dipakai sebagai barang bukti serta ada ketidaksesuaian dengan keterangan saksi. Dengan begitu unsur barang siapa dalam kasus ini tidak terbukti.

“Perkara ini error in persona. Keterangan dari beberapa saksi juga tidak sama, ada yang mengatakan pelaku menggunakan helm dan ada yang mengatakan tidak menggunakan helm. Selain itu wajah pelaku yang terekam ke dalam cctv tidak jelas” ujar Edi Siswanto, didampingi rekan setimnya Mujiburahman.

Berita Sejenis

Selain itu juga, proses terdapat unsur rekayasa dalam proses penangkapan yang dilakukan aparat kepolisian. Terdakwa ditembak merupakan shock terapi agar tidak berani mengatakan yang sebenarnya. Terlebih terdakwa tidak didampingi penasihat hukum saat pemeriksaan awal. “Karena itu kami memohon agar terdakwa dinyatakan tidak terbukti bersalah dan memulihkan harkat serta martabat terdakwa seperti semula,” tandasnya.

Usai mendengarkan pembelaan terdakwa, Parlas Nababan memberikan kesempatan kepada Jaksa  Penuntut Umum (JPU) untuk memberikan tanggapan secara tertulis pada sidang selanjutnya. “Sidang hari ini kita tunda dan kembali dilanjutkan pekan depan,” tutupnya.

Sementara itu, JPU Kejari Palembang Desi Arsean saat dimintai tanggapannya mengenai pleodi terdakwa, dirinya mengatakan bahwa bila terdakwa tadi mengatakan dirinya tidak bersalah, maka dalam jawaban kami nanti, kami akan tetap pada tuntutan. “Terdakwa bersikukuh tidak mengaku tidak bersalah, maka akan kita tanggapi pada persidangan minggu depan” ungkap Desi. (korankito.com/ria)