Bisa Dipercaya

Akibat Pengerjaan LRT, Pajak Reklame Diprediksi Turun 5 Persen

LRT_Palembang
Palembang – Dampak pembangunan Light Rapid Transit (LRT) ternyata bukan hanya menyebabkan kemacetan dan kerusakan jalan di kota Palembang. Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kota Palembang pun memprediksi Pendapatan Asli  Daerah (PAD) dari sektor reklame bakal mengalami penurunan. Prediksi penurunan PAD dari sektor reklame tersebut imbas dari pembangunan LRT tersebut.

“Kami memprediksi penurunan di bawah 5 persen. Mengenai berapa banyaknya yang ditertibkan saya tidak tahu,” kata Kabid Pendataan dan Penetapan Dispenda Kota Palembang, Sodikin, Senin (9/5).

Menurut Sodikin selama pengerjaan LRT, billboard yang terletak di jalan strategis yang menjadi jalur LRT harus ditahan. Dengan memamerkan produk dengan pemasangan di billbord dan reklame saja pemasang dikenakan pajak puluhan hingga ratusan juta. “Pajak reklame ini cukup tinggi, besaran pajak yang dikenakan tergantung dari ukuran,” ungkapnya.

Berita Sejenis
1 daripada 10

Dijelaskannya, adapun reklame maupun billboard yang ditertibkan yakni yang berada di jalan Sudirman, jalan Angkatan 45 maupun jalan Kol H Burlian. “Meski billboard maupun reklame banyak ditertibkan, namun kita akan menggali potensi pajak reklame di kawasan lain dengan pembuatan reklame yang baru oleh pihak ketiga,” jelasnya.

Dikatakan Sodikin, pihaknya tidak dapat memberlakukan kewajiban membayar pajak di luar produk, misalnya iklan perorangan tidak dapat dikenakan pajak, karena adanya permainan antara pemasang iklan dengan pemilik bilboard.

Ketika ditanyakan apakah pemasangan produk rokok tidak menyalahi aturan? Menurut Sodikin bahwa pemasangan produk tidak ada larangan, namun menggunakan aturan khusus, pemasangan iklan rokok tidak lebih dari  6×12  atau dibawah 32 meter.

Sodikan mengklaim pada triwulan pertama pendapatan pajak reklame mencapai Rp 14 miliar lebih, berdasarkan target tahapan sudah mencapai angka 33,3 persen dari terget yang dicanangkan,  sedangkan target Dispenda pada tahun ini  untuk PAD Palembang dari sektor pajak maupun retribusi mencapai Rp 160 miliar.

“Kami yakin target pad atahun ini akan tercapai, ini tergambar dari data pencapai pada triwulan pertama, kami akan terus mengali potensi pajak untuk meningkatkan PAD Palembang,” tukasnya. (korankito.com/ria)