Bisa Dipercaya

Hingga Awal Mei, Progres Pembangunan LRT Capai 6 Persen

IMG_20160509_103036_HDR

Palembang – Progress pembangunan Light Rail Transit (LRT) atau kereta api ringan di Palembang yang dikerjakan oleh PT Waskita Karya hingga awal Mei ini telah mencapai 6,04 persen. Sejak pertama pengerjaan pada awal tahun 2016 lalu, hingga sekarang, PT Waskita Karya telah mengucurkan dana sekitar Rp600 miliar. Hal ini diungkapkan Direktur Utama PT Waskita Karya, M. Choliq usai pertemuan dengan Gubernur Sumsel H. Alex Noerdin dan Komisi VI DPR RI di Griya Agung, Palembang, Senin (9/5).

Dikatakan Choliq, sesuai dengan Peraturan Presiden No 116 tahun 2015 tentang penyelenggaraan kereta api ringan, tertuang semua rencana dan progres pembangunan di Palembang, Sumsel. Di dalamnya tertuang juga nilai kontrak proyek pembangunan LRT sepanjang 23 kilometer antara Kementerian Perhubungan RI dengan PT Waskita Karya (Persero).

Berita Sejenis
1 daripada 10

“Meski kontrak belum selesai, kita memastikan tidak akan menganggu kinerja pembangunan LRT saat ini hingga menjelang akhir tahun. Sebab, selama ini pembangunan LRT menggunakan dana dari kas Waskita Karya itu sendiri. Dengan progres yang telah dikerjakan saat ini mencapai 6,04% dengan kucuran dana sekitar Rp600 miliar, ujarnya

Dijelaskan Choliq, untuk pembangunan LRT itu dialokasikan dari multiyears contract 2016-2018 dari APBN sebesar Rp11,49 triliun guna kontruksi dan supervisi. Hingga akhir 2016 ditarget progres LRT bisa mencapai 30 persen dengan alokasi dana sekitar Rp3,5 triliun.

“Sejauh ini kita masih ada dana, jadi masih bisa gunakan dana milik Waskita Karya untuk lanjutkan pembangunan LRT. Kita butuh pinjaman perbankan untuk jalankan proyek yang menelan dana cukup besar ini. Sebab 70 persen pembiayaan berasal dari bank,” jelas dia.

Menurut Choliq, pendanaan proyek LRT Palembang tidak termasuk dalam penyertaan modal negara (PMN) yang dikucurkan kepada Waskita Karya senilai Rp3,5 triliun. “Ini adalah proyek pertama kami yang menggunakan kontrak khusus, tidak pakai PMN, makanya kami gunakan ekuitas kas internal sampai APBN turun 2017 dan 2018,” beber dia. (korankito.com/resha)