Warga Mengaku Selalu Gotong Royong, Anak Sungai Tawar Tetap Penuh Sampah 

IMG-20160508-WA0001

Palembang – Aksi bersih-bersih anak sungai yang selalu dilakukan Walikota Palembang Harnojoyo ditiap kelurahan belum efektif. Ini terlihat masih banyaknya sampah-sampah yang dibuang pada anak sungai yang terkadang luput dari perhatian warga sekitar anak sungai.

Seperti yang tampak pada anak Sungai Tawar yang berada di Jalan Ki Gede Ing Suro RT II RW 05 antara Kelurahan 28 dan 29 Ilir Palembang. Tampak di dalam anak sungai yang langsung mengalir ke Sungai Musi itu dipenuhi sampah seperti sampah rumah tangga, plastik, botol minuman dan masih banyak lagi.

Bahkan, sampah yang ada bukan hanya tampak di dalam sungai saja, tapi di bawah rumah warga sekitar yang rumahnya berada di atas air. Tumpukan sampah di perkirakan sudah ada sejak lama. Hal ini pun menjadikan tempat tersebut terlihat kumuh dan kotor.

“Setau saya sungai ini jadi tempat pembuangan sampah,” kata Yudi warga setempat yang sedang melintas di atas jembatan anak Sungai Tawar tersebut, Sabtu (7/5).

Begitu juga yang disampaikan warga yang bermukim di sepanjang anak Sungai Tawar itu. Warga yang tidak mau disebut namanya itu mengatakan, anak sungai itu sudah sering dibersihkan tapi masih saja ada warga yang melintas di atas jembatan yang membuang sampah ke anak sungai tersebut. “La sering dek dibersihkan nanti kotor lagi. La pakai cara pak wali gotong royong di hari minggu bersihkan,” katanya.

Menurutnya, yang membuang sampah di anak sungai tersebut bukanlah warga yang tinggal di sepanjang anak sungai itu, melainkan warga datangan yang sengaja datang melemparkan bungkusan sampah miliknya ke sungai. “Tiba-tiba saja dari atas jembatan melempar bungkusan sampah miliknya, orang yang lewat itu lah yang buang sampah, bukan kami” ujarnya.

Selain itu, ia mengatakan sampah tersebut dibawa oleh air sungai yang mengalir dari seberang. Jadi percuma selalu di bersihkan kalau selalu saja ada sampah yang terbawa dari aliran sungai di seberangnya. “Kan sungai ini ada awalnya nah sampah-sampah itu bisa saja hanyut ngikuti aliran sungai sampailah ke sini,” tutupnya. (korankito.com/ria)