Bisa Dipercaya

Tas Disilet, Laptop Raib Digondol Copet

IMG_20160508_144401

Palembang – Aksi pencopetan dalam bus kota dengan modus menyobek tas korban kembali terjadi. Kali ini menimpa Ayu Lestari (18) warga Jalan Tamyiz Timbangan 32, Indralaya Kabupaten Ogan Ilir, harus kehilangan satu unit laptop merk Asus, usai dicopet tiga pelaku yang tak dikenal di dalam bus kota jurusan KM 12 – Kertapati, Minggu (8/4) pagi.
Atas kejadian tersebut, membuat wanita yang tercatat sebagai mahasiswa Universitas Sriwijaya (Unsri) bersama tantenya, mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) untuk melaporkan peristiwa yang dialaminya.
Didepan petugas, Ayu menjelaskan kejadian bermula sekitar pukul 08:00 WIB, saat dirinya hendak menuju kampusnya. Dengan menumpangi bus kota bewarna orange, ia berencana akan turun di kawasan Jalan Jendral Sudirmman, tepatnya di bawah Jembatan Pusri, Kecamatan Ilir Timur (IT) I.
Saat diperjalanan, dengan ditemani alunan musik dalam bus kota, dan sedang dalam kondisi mengantuk, lantaran tidur terlarut malam. Membuat, ia terlelap di dalam bus kota tersebut. Hingga dirinya terbangun, sudah mendekati lokasi kejadian.
“Ketika saya mau turun, ada tiga lelaki yang mengapit saya dari sisi kiri, kanan, dan belakang. Lalu, pria yang di belakang, menginjak kaki kiri saya, sehingga ingin terjatuh. Namun, pelaku yang berada di sebelah kiri saya, langsung memegangi saya,” jelasnya.
Ia melanjutkan, setelah turun dari bus, ia pun sadar telah menjadi korban pencopetan, usai melihat tas dukung yang ia bawa sudah robek. Lalu, ia pun berteriak meminta tolong sembari mengejar bus kota yang masih ada kawanan pencopet di dalamnya. Namun, bus tersebut melaju cukup kencang.

“Saya periksa tas saya, dan melihat laptop sudah hilang dibawa pelaku. Saya, sudah berteriak-teriak minta tolong, tapi bus itu melaju dengan cepat. Orang itu, pasti sudah mengintai saya saat tertidur di dalam bus, karena mereka bertiga duduk di belakang saya pak,” ucap mahasiswi kedokteran ini.

Berita Sejenis
1 daripada 7

Kebingungan atas kejadian yang dialaminya, membuat Ayu memutuskan untuk kembali ke rumah tantenya di kawasan pasar KM 5, Palembang. Lalu, dengan ditemani tante, ia memutuskan untuk melaporkan ke pihak kepolisian.
“Kerugiannya bekisar Rp 8 Juta, namun bukan masalah laptop hilang yang saya sesalkan. Tetapi, isi dalam laptop itu, banyak tugas kuliah dan foto-foto kenangan indah dalam hidup saya. Dan, saya berharap polisi agar cepat menangkap para pelaku,” harapnya.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Marully Pardede melalui Kepala SPK Terpadu Bripka Purnama mengatakan laporan korban sudah di terima pihaknya dengan tanda bukti No : LP/B-1237/XII/2016/Sumsel/Resta, dan segera akan ditindaklanjuti.
“Sudah kita koordinasikan dengan anggota Satreskrim di lapangan. Dan, sedang menulusuri lokasi kejadian. Berdoa saja, para pelaku cepat ditangkap, dan akan dikenakan pasal 363 KUHP, tentang tindak pidana dengan pemberatan, ancamannya lima tahun penjara,” jawabnya. (korankito.com/denny)