Ramadhan, Dinas Sosial Palembang Antisipasi Eksodus Anjal dan Gepeng

kadinsos palembang faizal (2)

‪Palembang – Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang melalui Dinas Sosial (Dinsos) Kota Palembang mengklaim anak jalanan (anjal) dan gelandangan serta pengemis (gepeng) yang sering muncul saat bulan ramadhan merupakan eksodus (kiriman) dari kabupaten tetangga. Untuk itu, Dinas Sosial Palembang pun mulai melakukan antisipasi kiriman anjal, gepeng dan pengemis tersebut.

“Biasanya sulit kita menemui mereka saat hari-hari biasa. Nah, kalau bulan Ramadhan, Kota Palembang jadi sasaran anjal dan gepeng untuk mengais rejeki. Itu biasanya kiriman tetangga, karena pihak kita pernah menangkap basah anjal dan gepeng yang dikirim pakai mobil pick up,” kata Kepala Dinsos Palembang Faizal AR kepada Koran Kito, Minggu (8/5).

Dikatakan Faizal, operasi bersih-bersih pun digalakkan mulai dari pukul 06.30 hingga 24.00 setiap harinya untuk mengantisipasi anjal dan gepeng menjamur di kota ini. Titik-titik yang akan di pantau dan jadi prioritas yakni di Simpang Polda, Simpang Charitas, Simpang TAA, Simpang Jakabaring, Simpang Veteran, Simpang Lima DPRD Sumsel.

‪”Saat ini, tercatat ada sekitar 300 anjal dan orang terlantar yang dipelihara di Panti Rehabilitasi – Panti Gelandangan dan Orang Terlantar (PR-PGOT) yang dikelola oleh Dinsos Palembang. Kapasitasnya sekitar 500 orang, tetapi rasanya sudah sumpek dengan jumlah 300 saat ini,” keluhnya.

‪Faizal juga mengimbau warga yang melihat atau menemukan orang terlantar, anjal, serta orang gila segera langsung menghubungi Dinsos Palembang. Petugas akan langsung sigap mengamankan, karena tak hanya mengurangi keindahan kota. Tak jarang orang gila yang berkeliaran mengganggu warga.

‪”Bisa langsung menelepon ke kantor Dinsos, agar petugas langsung menjemput orang terlantar itu. Kami juga berharap daerah lain untuk tidak menambah jumlahnya dengan mendistribusikannya ke Palembang. Itu tanggung jawab pemerintah daerah, sehingga kita harus bersama-sama mengurusnya, kan diatur dalam UUD (Undang-Undang Dasar),” tuturnya. (korankito.com/ria)