Bisa Dipercaya

Lubuk Linggau Raih Nilai Tertinggi UN

IMG-20160507-WA0004

Palembang – Kota Lubuk Linggau meraih nilai tertinggi untuk IPA dan IPS dengan perolehan nilai untuk IPA 404.68 dan IPS 391.95. kemudian disusul Kabupaten Mura di peringkat kedua dengan hasil nilai jurusan IPA 361.13 dan IPS 338.25.

Pencapaian hasil UN di 17 Kabupaten Kota di Sumsel ini disampaikan Kepala Dinas Pendidikan (Diknas) Sumsel, Drs Widodo MPd, saat merilis hasil UN, Jumat (6/5) di kantornya.

Berita Sejenis
1 daripada 30

“Saya berharap capaian hasil UN tertinggi ini bisa selaras nantinya dengan indeks integritas dari Puspendik nanti,” katanya.

Dikatakan Widodo, Kota Palembang, meskipun lebih baik dari sisi fasilitas dan sarana prasarana yang menunjang berada pada nomor urut ke tujuh. “Apapun hasilnya, yang penting diraih dengan cara yang jujur,” tambahnya.

Widodo melanjutkan, untuk siswa peraih nilai tertinggi jurusan IPA diraih siswa SMAN Sumsel Muhammad Alfian Rasyidin dengan total nilai 530.5 dan jurusan IPS diraih siswa SMA Plus Negeri 17 Palembang Muhammad Dzikrillah total nilai 509.0. “Kabupaten, sekolah, dan siswa peraih Nilai UN tertinggi akan diberikan piagam khusus dari Diknas Sumsel. Sebagai apresiasi kami terhadap hasil yang diraih,” ungkapnya.

Ia berharap, Kabupaten/Kota lainnya dapat bersaing untuk menjadi yang terbaik dengan cara yang jujur. “Ini harusnya dijadikan bahan evaluasi untuk terus mewujudkan pendidikan yang berkualitas,” katanya.

Dijelaskannya, tiga bulan setelah pengumuman hasil UN ini nantinya pihak Puspendik akan merilis data integritas sekolah. “Barulah nanti akan diketahui mana sekolah yang jujur dan sekolah yang tidak jujur saat melaksanakan UN,” cetusnya.

Lebih lanjut Widodo kembali menghimbau siswa pada saat kelulusan nanti agar tidak merayakan dengan cara konvoi di jalan sehingga mengganggu aktivitas umum. Pihaknya pun bahkan sudah menyampaikan dengan Kadisdik setempat agar siswa nya merayakan kelulusan dengan cara yang elegan.  “Kalau bisa pihak sekolah gunakan media internet/online untuk mengumumkan kelulusan. Sehingga siswa tidak perlu kumpul ke sekolah. Dan juga minta kepada kepolisian jika sudah melanggar ketertiban umum polisi yang akan tertibkan,” pungkasnya.

Sementara itu, Pengamat pendidikan Sumsel Prof Dr HM Sirozi MA PhD mengatakan, sekolah dan Kabupaten peraih nilai UN tertinggi jangan cepat puas dan harus komitmen melaksanakan UN dengan jujur. “Tidak hanya menargetkan untuk mendapatkan nilai UN tertinggi saja, tetapi harus mendapatkan nilai UN tertinggi dengan cara yang jujur,” ujarnya. (korankito.com/ria)