BPS Sasar Juga Pedagang Online Pada Sensus Ekonomi 2015

unnamed

Palembang – Sebanyak 7.200 petugas sensus ekonomi mulai melakukan pendataan per 1 Mei lalu. Pelaku usaha menjadi salah satu sasaran dalam pendataan yang dilakukan oleh petugas sensus hingga 31 Mei mendatang.

Kepala BPS Sumsel Yos Rusdiansyah mengatakan, seluruh jenis usaha termasuk pelaku usaha didalamnya akan menjadi sasaran petugas sensus. Tak ketinggalan termasuk pelaku usaha online dan reseller yang semakin menjamur sebagai penyokong mendukung perekonomian. Pendataan yang dilakukan petugas dengan melihat langsung website pelaku usaha. Petugas akan berusaha melakukan wawancara langsung dengan pelaku usaha untuk mendapatkan data tersebut.

“Semua jenis usaha, baik perdagangan, pendidikan, hotel, jasa, pengecer, serta pedagang online juga reseller. Mereka itu kan termasuk pelaku usaha yang mendukung pertumbuhan ekonomi,” ucapnya usai melakukan audiensi di rumah dinas Walikota Palembang, Rabu (4/5).

Berdasarkan data tahun 2006 silam, di Sumsel tersebar sekitar 200 ribu pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Tahun ini, diprediksi pertumbuhan jumlah pelaku usaha meningkat hingga 100 persen atau mencapai 400 ribu pelaku UMKM. Hingga saat ini, belum ada kendala apapun yang dilaporkan oleh petugas yang menyebar di kecamatan.

“Kan baru jalan empat hari, nanti tanggal 9 Mei akan kami kumpulkan seluruh petugas untuk evaluasi sementara. Baru kemudian akan kita dapatkan data sementara,” ungkapnya. Untuk kota Palembang sendiri, tercatat sekitar 180 ribu pelaku usaha dengan 2.600 petugas survei yang disebar ke 16 kecamatan.

Sementara itu, Walikota Palembang H Harnojoyo mengatakan, dengan survei ini dapat memetakan jumlah pelaku usaha di Palembang. Ia pun berharap semakin banyak pelaku usaha yang ada di Palembang, turut mendukung stabilitas perekonomian. Karena menurutnya, usaha yang dibuka sendiri tidak akan ikut “kolaps” jika terjadi pelemahan ekonomi.

“Karena mereka sanggup berdiri sendiri, sehingga tak akan goyah dengan terjangan badai ekonomi. Beda dengan pegawai yang dipengaruhi oleh kondisi perusahaan,” ucapnya. (korankito.com/ria)