Pemkot Palembang Klaim Titik Genangan Air Berkurang

20160504_091424

Palembang – Ketika hujan mengguyur kota Palembang, dapat dipastikan sejumlah wilayah kota Palembang khususnya jalan-jalan raya terendam air. Sekarang, titik-titik yang sering terendam  air hujan itu diklaim oleh Pemerintah Kota Palembang telah berkurang.

Asisten II bidang Pemerintahan dan Pembangunan kota Palembang Hj. Hardayani mengatakan, Pemerintah kota Palembang telah melakukan beberapa langkah strategis untuk mengurangi intensitas dan sebaran genangan air yang ada di kota palembang saat turun hujan. Hasilnya, sekarang genangan air di Kota Palembang yang sering terjadi saat hujan secara angka sudah mulai berkurang.

“Kalau dulu terdapat 59 sampai 60-an titik genangan air di kota Palembang dengan durasi lebih dari dua jam baru surut. Sekarang sudah 40-an titik genangan, itupun durasinya paling lama setengah jam,” katanya pada acara sosialisasi “Peran Serta Kelompok Masyarakat Kegiatan Gotong Royong Dalam Upaya Pengendalian Banjir” di hotel Amaris Palembang, Rabu (4/5).

Dalam sosialisasi itu, Hardayani juga memberikan penjelasan perbedaan antara banjir dan genangan air. Penjelasan ini ia sampaikan agar masyarakat mengetahui perbedaan keduanya, sehingga masyarakat tidak selalu mengaitkan kota Palembang yang rawan banjir saat turun hujan.

“Setiap turun hujan dan terjadi genangan air, masyarakat langsung mengatakan banjir. Padahal itu bukan banjir tapi hanya genangan air saja. Jadi masyarakat harus membedakan dulu antara banjir dan genangan. Kalau banjir itu berhari-hari, tapi kalau genangan itu cuma berjam-jam. Jadi beda itu,” jelasnya.

Menurut Handayani, pemerintah kota Palembang sangat gencar melakukan berbagai usaha yang dianggap perlu dalam mengurangi titik-titik genangan yang ada di kota Palembang. Salah satunya yakni dengan pencanangan program gotong royong yang rutin dilakukan setiap hari Minggu di seluruh wilayah kecamatan yang ada di kota Palembang.

“Pak Walikota sudah mencanangkan program gotong royong seminggu sekali, yaitu tiap hari Minggu. Ke depannya bakal jadi Sabtu Minggu dari pukul 7 sampai pukul 9,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Handayani, untuk mengurangi sebaran genangan air itu, pihaknya juga gencar melakukan usaha non-teknis kepada masyarakat umum. Salah satu contoh yakni dengan melakukan pembinaan melalui sosialisasi yang dilakukan ini.

“Kita sosialisasikan cara mengantisipasi terjadinya banjir dan genangan air ketika hujan turun kepada seluruh elemen masyarakat. Pemerintah kota Palembang juga berharap agar masyarakat membantu dalam menjaga lingkungannya. Semoga kepedulian masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan ini akan naik. Sebab kontur perumahan warga ini kebanyakan di bantaran sungai. Jadi mereka sering buang sampah di pinggir sungai juga. Itu yang harus kita sosialisasikan agar sampah itu dibuang pada tempatnya,” pungkasnya. (korankito.com/resha)