Bisa Dipercaya

KPAID Palembang Minta Tertibkan Warnet Game Online 

 

 

1

Palembang – Komisi Perlindungan Anak Indonesia  Daerah (KPAID) kota Palembang, Adi Sangadi meminta aparat terkait untuk kembali pro aktif menertibkan warnet-warnet yang di dalamnya terdapat permainan game online. Ini dikarenakan, semakin hari semakin banyak kalangan mulai dari anak-anak, remaja sampai orang tua mendatangi warnet-warnet yang ada permainan game online. Saking digandrungi, ada pemilik atau pengelola yang membuka warnet hingga malam bahkan dinihari.

 

Berita Sejenis

Diungkapkan Adi, kondisi ini cukup riskan dan bisa berdampak negatif. Dari hasil Pantauan KPAID Palembang beberapa waktu lalu, warnet-warnet yang menjamur dengan permainan game online-nya banyak dijumpai di daerah seputaran Bukit Besar. “Mulai dari Puncak Sekuning sampai ke Kampus itu ada 24 warnet yang ada game onlinenya,” ungkap Adi saat di dihubungi Koran Kito, Rabu (4/5).

 

Menurut Adi, keberadaan game online ini jelas sangat meresahkan. Disamping beroperasi sampai  larut malam, juga membuat remaja khususnya yang masih bersekolah tidak bisa lagi istirahat. Dengan kurangnya waktu istirahat anak-anak ini akan menimbulkan dampak lainnya seperti menjadi malas untuk sekolah. “Kalau di perhatikan anak-anak yang bermain game online ini dari kalangan anak-anak dengan ekonomi mampu,” jelasnya.

 

Adi menambahkan sebetulnya sejak tiga tahun lalu, pihaknya sudah berkerjasama dengan aparat terkait yakni Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Palembang untuk menertibkan warnet-warnet yang seperti ini. Dibantu dengan Polisi Pamong Praja (Pol PP) memberikan pembinaan secara persuasif kepada pemilik-pemilik warnet. “Mereka kita panggil kita arahkan dan kita atur jam buka dan jam tutup warnet,” ujarnya.

 

Namun belakangan ini, dilanjutkan Adi, pengawasan yang dilakukan pemerintah terkait kembali lemah sehingga peredaran warnet-warnet ini kembali menjamur. “Kalau di tempat lain tidak terlalu tampak, beda dengan yang di Puncak ini. Mereka buka sudah sampai malam jam 1 sampai jam 2 masih buka,” bebernya.

 

Adi pun menghimbau agar pemerintah dalam hal ini institusi terkait untuk sama-sama kembali menertibkan warnet-warnet ini. Karena sudah bukan menjadi sebuah hiburan lagi untuk anak-anak dan remaja tetapi sudah mengarah ke hal-hal negatif layaknya seperti perjudian. “Kita siap untuk kerjasama menertibkan warnet ini,” tukasnya. (korankito.com/ria)