Ingin Anak Bekerja Di PBK, Udayawati Tertipu 15 Juta

Jpeg

Palembang – Sulitnya mendapatkan pekerjaan yang layak, membuat orang sering kali menggunakan jalan pintas agar dapat bekerja. Namun, tak sedikit pula yang sudah menjadi korban penipuan dari pelaku yang mengaku bisa memasukan orang kerja.
Kali ini, menimpa seorang ibu rumah tangga Udayawati (46), warga Jalan Lettu Karim Kadir RT 25 Kelurahan Karang Jaya, Kecamatan Gandus, Palembang. Niat hati ingin memasukan anaknya bekerja di Dinas Penanggulangan Bahaya Kebakaran (PBK) Kota Palembang, tapi malah tertipu. Uang Rp15 Juta milik Udayawati pun raib dibawa pelaku yang menjanjikan dapat memasukkan anaknya bekerja di Dinas PBK.
Atas kejadian ini, Udayawati pun melaporkan oknum yang mengaku sebagai pengacara Lukman Doni, warga Jalan Letnan Murod RT 02 No 365 Palembang dan temannya Ilyas, seorang pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS) ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Palembang, Rabu (4/5) sore.
Didepan petugas SPKT, Udayawati (korban) mengatakan kejadian bermula saat pelaku Lukman bercerita kepada adiknya, Irlan kalau bisa memasukan seseorang bekerja di Dinas PBK, lantaran banyak memiliki koneksi disana, asalkan ada uang pelicin sebesar Rp 15 Juta. Setelah itu, adiknya menceritakan perihal dari Lukman kepada dirinya. Merasa punya anak yang telah lulus Sekolah Menengah Atas (SMA) dan masih menganggur, membuat ia tertarik tawaran dari pelaku, dan berusaha mecarikan uang yang diminta pelaku.
Setelah mendapatkan uang sebesar Rp 15 yang diminta oleh Lukman (pelaku), ia pun mendatangi rumah pelaku pada Selasa (28/12) tahun lalu, sekitar pukul 19:30 WIB. Usai menuai kesepakatan, korban menyerahkan uang sebesar Rp15 juta kepada pelaku. Kemudian, Lukman menjanjikan anaknya dapat bekerja pada awal bulan Januari tadi. Namun, kenyataannya hingga saat ini anaknya belum bekerja di PBK. Merasa tertipu, membuat dirinya membawa permasalahan ini ke jalur hukum.
“Dia berjanji tanggal 2 Januari, anak saya sudah bekerja disana. Tapi sampai sekarang belum juga bekerja. Dan, dia kembali berjanji di bulan Februari, namun kenyataannya tetap sama saja. Dia sering berjanji terkesan mengulur-ulur waktu, terakahir katanya akhir bulan April. Sampai sekarang, anak saya masih tidak bekerja,” jelasnya.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Palembang, AKBP Maruly Pardede membenarkan pihaknya sudah mendapatkan laporan dari korban dan akan segera ditindak lanjuti. “Kita akan segera memanggil terlapor untuk dimintai keterangan, kalau memang terlapor bersalah, akan diproses sesuai hukum yang berlaku,” jawabnya singkat. (korankito.com/denny)