Bisa Dipercaya

Dirudapaksa Ponakan Pastur, Gadis SMA Lapor Polda

_20160504_173622

Palembang – CD (16),  siswi kelas l SMA ini harus mengalami trauma setelah menjadi korban rudapaksa (perkosa) oleh teman sekelasnya bernama Stefanus Jevan Aditiyas Wibowo (16). Akibat perbuatan bejat Stevanus (pelaku), CD (korban) yang kini sedang hamil enam bulan, akhirnya melapor ke Polda Sumatera Selatan (Sumsel), Rabu (4/5).
Dihadapan petugas SPKT, korban menceritakan jika peristiwa pemerkosaan itu terjadi di rumah seorang pastur di Desa Sukaraja Dalam, Kecamatan Buay Madang, Ogan Komering Ulu Timur (OKUT) pada pertengahan Oktober 2015 lalu. Awalnya, korban bersama seorang rekannya baru tiga bulan tinggal di rumah itu. Sedangkan pelaku tak lain adalah keponakan pastur tersebut dan juga tinggal di rumah tersebut bersama kedua orangtuanya.

“Awalnya, saya dijemput oleh dia (pelaku-red) dari sekolah dan diajak pulang ke rumah dengan alasan dipanggil pastur. Setiba di rumah, saya kaget ternyata di rumah tersebut tak ada penghuninya alias kosong,” ujarnya.

Berita Sejenis
1 daripada 10

Dari cerita korban, saat berada di dalam rumah, pelaku pun tiba-tiba memaksa korban menonton video porno di ruang tamu. Korban pun menolak dan berusaha melarikan diri.  Saat korban berusaha kabur, pelaku menarik tangan dan menjambak rambut korban. Pelaku mendorong korban ke kursi tamu.

“Dalam posisi terlentang, korban dipukul pelaku berkali-kali dengan tangan kosong,” ungkap korban.

Akibat perbuatan kasar pelaku, korban pun harus merasakan kesakitan dan tak berdaya. Saat itulah, pelaku menyobekkan rok dan celana dalam korban. Dengan beringas, pelaku menggagahi korban.

“Wajah saya habis dipukulnya,  mau berontak tak kuat, jadi saya pasrah saja,” kata CD.

Setelah puas melampiaskan nafsunya, pelaku mengancam korban agar tidak memberitahukan kejadian itu. Korban pun diancam dipaksa keluar dari rumah pamannya dan dikeluarkan dari sekolah. Dengan ancaman tersebut, pelaku kembali memperkosa korban di tempat yang sama dalam kondisi rumah sepi. Tak kuat menanggung derita, korban mengadu kepada pastur sebagai pimpinan yayasan sekolahnya.
“Saya sempat cerita, tapi di yayasan tidak ada yang percaya. Makanya saya pulang ke Palembang,” akunya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol R Djarod Padakova mengatakan, pihaknya telah menerima laporan korban dengan nomor STTLP/329/V/2016/SPKT. Terlapor akan dipanggil untuk dimintai keterangan.

“Kita proses kasus ini. Jika terbukti, akan kita kenakan pasal pemaksaan anak untuk melakukan persetubuhan,” pungkas Djarod. (korankito.com/kardo)