Todong Tetangga, Ari Ditangkap Polisi

IMG-20160502-WA0029Palembang – Unit Pidana Umum Polresta kota Palembang berhasil menangkap Ari (25) warga jalan R Sukamto RT 05/03 Kelurahan Kemuning Kecamatan Kemuning Palembang, Senin (2/5) siang. Penangkapan Ari ini setelah dirinya nekad melakukan aksi penodongan terhadap Soleh Andrianto.

Berdasarkan informasi yang didapat, penangkapan pelaku Ari bermula pada Senin (27/4) lalu,  dimana pelaku bersama temannya, Heri (DPO) mendatangi rumah dari korban Soleh Andrianto yang merupakan tetangganya sendiri. Kedatangan kedua pelaku ini bermaksud ingin meminjam uang kepada Soleh Andrianto.

Namun, keinginan kedua pelaku untuk meminjam uang kepada Soleh (korban) ini ditolak oleh Aprilia, istri dari korban. Karena tidak diberikan pinjaman uang oleh istri korban, maka kedua pelaku kembali pulang ke rumahnya dan mengambil sebilah tombak. Setelah itu, pelaku kembali mendatangi rumah korban dengan membawa tombak tadi.

Saat datang untuk kedua kalinya itu, pelaku pun tidak bisa langsung masuk ke rumah korban karena korban sudah menutupkan pintu rumahnya. Karena pintu tertutup, maka kedua pelaku memaksa korban untuk meminta dibukakan pintu. Setelah korban keluar dan membukakan pintu rumah, pelaku langsung melemparkan tombak ke korban. Beruntung, saat itu korban cepat mengelak sehingga tombak menancap di dinding rumah korban.

Usai ditangkap dan dibawa ke Mapolresta Palembang, di hadapan penyidik tersangka Ari mengaku kalau saat itu dirinya kesal dengan perkataan dari istri korban yang tidak memberikan pinjaman uang. “Kesal pak, karena istri dia marah kalau uang yang saya pinjam untuk membeli minuman keras (Miras). Uangnya sudah habis pak, malam itu langsung kami belikan miras jenis Vodka,” jelasnya.

Sementara, Kasat Reskrim Polresta Palembang, Maruly Pardede mengatakan pihaknya masih melakukan pengejaran terhadap pelaku Heri. “Jadi karena ketakutan, istri korban memberikan uang sebesar Rp 100 ribu kepada pelaku. Sekarang, kita masih mengejar pelaku Heri yang masuk kedalam DPO. Untuk tersangka Ari, akan dikenakan pasal 365 KUHP dengan ancaman 7 tahun penjara,” ucap. (korankito.com/denny)