Bisa Dipercaya

Massa Barisan Nasional Pendamping Desa Geruduk Kantor Gubernur

IMG-20160502-WA0002Palembang – Puluhan massa yang tergabung dalam Barisan Nasional Pendamping Desa (BNPD) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menggelar aksi di depan kantor Gubernur Sumsel, Senin (2/5).

Aksi massa ini menolak surat Dirjen PPMD Kemendes PDTT no 749/DPPMD/lll/2016 yang isinya hanya memberi perpanjangngan kontrak kerja selama 2 bulan terhitung 1 April 2016 sd 31 Mei 2016  kepada pendamping desa yang dulunya menjadi pendamping PNPM MPd.

Perwakilan BNPD, Herry Setiawan dalam orasinya mengatakan surat yang dikeluarkan Dirjen PPMD Kemendes tersebut diskriminatif karena bagi pendamping baru hasil rekrutmen tahun 2015 diperpanjang hingga 9 bulan terhitung dari 1 April hingga 31 Desember 2016.

Berita Sejenis

Juruparkir Todong Penumpang Bentor

Ruko Mie Ayam Terbakar

Tim Elang Sikat Pengedar Sabu

1 daripada 3.070

“Kami menolak rekruitmen ulang bagi tenaga pendamping PNPM karena kami sudah menjadi pendamping desa berdasarkan surat Dirjen no B.046/DPPMD/06/2015 dan sudah dilaunching 12.000 pendamping desa oleh Kementeruan Desa pada tanggal 2 juli 2015 lalu,” katanya.

Dilanjutkannya, apa yang dilakukan oleh Kemendes PDTT itu telah  melanggar pasal 30 Permendes no 3 tahun 2015 bahwa pendamping desa yang sudah ditugaskan tidak diseleksi lagi melainkan melalui evaluasi yang dilakukan secara bertahap,” ujar Herry.

“Kami mendorong Pemprov Sumsel untuk memberi dukungan penolakan rekrutmen ulang bagi tenaga ex PNPM karena secara hukum sudah menjadi tenaga pendamping desa sejak Juli 2015 yang semuanya merupakan pendamping PNPM,” jelasnya.

Pada aksi damai massa BNPD Sumsel ini, massa juga meminta agar Presiden Jokowi mencopot Marwan Japar sebagi Menteri Desa dan PDT karena sudah melakukan pembohongan publik dan melakukan politisasi, diskriminasi, dan provokasi terhadap pendamping desa.

Aksi massa BNPD Sumsel diterima Asisten I bidang Pemerintahan  Pemprov Sumsel, Ikhwanudin dan mengajak sejumlah perwakilan massa melakukan dialog di ruang kerjanya. (korankito.com/reno)