Pemenang BGK UKB Jadi Duta Mahasiswa

Screenshot_2016-05-01-18-04-54_1462100724814Palembang – Trisnaldi dan Tri Pina Fitrian akhirnya terpilih menjadi Bujang dan Gadis Kampus (BGK) Universitas Kader Bangsa (UKB) tahun 2016. Terpilihnya mereka setelah mengalahkan peserta lain dari 18 prodi yang ikut ambil bagian pada ajang tersebut.

Rektor UKB, Hj Irzanita Wathan mengatakan untuk menjadi pemuda yang berkarakter dibutuhkan integritas pemuda berbasis keterampilan, contohnya pemuda mampu berbicara di depan umum dengan baik (public speaking). Universitas Kader Bangsa (UKB) menangkap kemampuan yang dimiliki oleh mahasiswa/mahasiswinya untuk menunjukkan kemampuan lebih.

“Kreatifitas yang diperlukan bersifat keterampilan yang dapat menjadikan individu tersebut mampu bersosialisasi dengan baik,” kata Irzanita saat membuka acara Pemilihan Bujang Gadis Kampus UKB tahun2016 di Kampus UKB, Sabtu (30/4).

Pemilihan BGK ini, menurut Irzanita, berfungsi untuk menggali bakat mahasiswa tentang potensinya. Bukan hanya cantik dan tinggi saja, kompetensi yang diutamakan, setelah itu baru fisiknya artinya fisik dan kompetensi saling mengisi.

“Para pemenang juga bisa mengikuti kompetisi sejenis pada tingkat yang lebih tinggi. Kami pernah menduduki nomor 3 di Sumsel untuk Pemilihan Putri Sumsel,” ujarnya.

Dilanjutkan Irzanita, dari ajang pemilihan BGK 2016 ini, para pemenang akan menjadi Duta Mahasiswa UKB. Mereka akan menjadi wakil mahasiswa/mahasiswa dari 18 prodi, 6 fakultas, 3 program pasca sarjana. Sebagai duta mahasiswa, mereka akan berbaur ke masyarakat untuk melakukan promosi.

“Tentu mereka sudah berkualitas, bisa memberikan masukan kepada masyarakat tentang UKB dan juga tentang Tridharma Perguruan Tinggi,” ungkapnya.

Sebagai tambahan informasi, pada tahun ajaran 2016/2017, UKB menerima kuota mahasiwa baru sebanyak 1.500 orang. Dijelaskan Irzanita, pemerintah memperketat aturan pada penerimaan mahasiswa baru sehingga perguruan tinggi tidak bisa sembarangan menerima mahasiwa baru. Rasio dosen dan mahasisawa harus seimbang sehingga menentukan kualitas.

“Untuk UKB kita selalu ikuti aturan. Rasio dosen dengan masiswa di UKB 1: 25 untuk teori, sedangkan praktek 1:10. Kalau mahasiswa banyak, dosen juga harus banyak. Seperti, prodi Kebidanan D IV ada 18 dosen. Pendidikan bukan bisnis tapi mengembangkan sosial, dan mencerdaskan kehidupan bangsa,” pungkasnya. (korankito.com/ria)