Bisa Dipercaya

Kasus Amunisi Nyasar, Polisi Panggil Sopir Laju Prima

IMG_0320Palembang – Kepolisian Resort Kota (Polresta) Palembang terus melakukan pengembangan kasus Bambang Sugiharo, pelaku penjualan senjata api ilegal. Polresta Palembang akan memanggil sopir serta kernet PO Bus Laju Prima yang sudah membawa ribuan butir amunisi serta dua pucuk senjata api tersebut.

“Besok, kita akan melakukan pemanggilan terhadap mereka, untuk dilakukan pemeriksaan sebagai saksi, terkait kasus kepemilikan dua senpi dan 5.785 butir,” jelas Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Maruly Pardede di ruang kerjanya, Jum’at (29/4).

Menurut Maruly, akan ada lima saksi yang diperiksa pihak Polresta Palembang untuk mendalami kasus tersebut. Diantarnya, anggota yang membuka paket berisi ribuan peluru, pemilik bengkel, pemilik pool, sopir serta kernet bus yang membawa paket itu. “Hasil dari pemeriksaan tersangka BS, memang belum mendapatkan informasi lebih lanjut, itu karena tersangka selalu bilang sudah lupa jika dimintai ketetangan,” tuturnya.

Berita Sejenis

Dzumafo Perketat Pesaingan Lini Depan SFC

Polda Sumsel Sidak Pasar dan Siagakan Pasukan

Peran Motivasi Orangtua Terhadap Prestasi Anak

1 daripada 3.109

Masih dikatakan Maruly, pihaknya belum menerima hasil uji balistik yang dilakukan dari pihak Labfor Polda Sumsel. “Jadi, kita belum mengetahui apakah peluru-peluru itu asli pindat atau bukan. Karena penyidik masih menunggu hasil uji balistik dari Labfor Polda Sumsel,” imbuhnya.

Sementara, untuk penyelidikan di Jakarta tempat tersangka BS membeli amunisi dan senjata api tersebut, sudah ada tim dari Jakarta yang melakukan pemeriksaan di sana. Polresta Palembang, hanya fokus melakukan pemeriksaan terhadap tersangka BS. “Meskipun tim dari Jakarta yang melakukannya, kita sudah memberikan seluruh informasi kepada mereka. Sedangkan, untuk penjualan di Jambi, sudah diurus oleh Polda Jambi,” tutupnya. (korankito.com/denny)