Ngaku Diculik Padahal Curi Truk Perusahaan

Tronton PerusahaanPalembang – Setelah tujuh bulan buron, Deni Demara (24), akhirnya dibekuk petugas kepolisian karena perbuatannya terbukti melarikan mobil truk tronton milik PT GMS Palembang tempatnya bekerja. Dedi berhasil ditangkap di rumahnya di Tulang Bawang, Lampung.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, kejadian bermula saat Deni yang bekerja sebagai kernet dipercaya membawa truk untuk menggantikan sopir Solihin, yang sedang sakit pada 27 Oktober 2015 lalu.

Deni sendiri baru bekerja di perusahaan bidang kontraktor itu selama dua bulan. Namun, karena dirinya dipercaya mengendarai mobil tersebut sendirian, akhirnya kesempatan itu dimanfaatkan pelaku untuk melancarkan niat jahatnya.

Pelaku kemudian menghubungi rekan kerjanya dan mengaku dirampok serta diculik kawanan perampok ke daerah Jambi. Mendapat berita ada karyawannya diculik, pihak perusahaan melapor ke polisi. Ternyata, pengakuan Deni diculik hanya modus untuk mengelabui perusahaan.

Pria yang beristrikan petugas harian Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Lampung itu ternyata melarikan truk itu untuk kemudian menjualnya kepada seseorang seharga Rp70 juta. Hasil penjualan tronton itu, digunakan Deni untuk membeli satu unit mobil Ertiga seharga Rp40 juta, sedangkan sisanya dihabiskan untuk memenuhi kebutuhan keluarganya selama buron.

“Baru satu kali ini saya melarikan mobil seperti ini, benar modus saya pura-pura diculik” ungkap Deni saat ditemui di Mapolda Sumsel, Kamis (28/4).

Menurut Deni, dirinya sengaja memilih berpura-pura dirampok dan diculik untuk menghilangkan jejak. Dengan begitu, pihak perusahaan akan kesulitan mencari keberadaannya dan bebas berkeliaran di Lampung. “Agar tidak ketahuan, jadi saya mengaku diculik saja agar tidak bisa dilacak pihak perusahaan,” ujarnya.

Kasubdit III Kamneg Ditreskrimum Polda Sumsel AKBP Sutrio mengatakan, tersangka Deni ditangkap saat menuju tempat kerjanya dengan mengendarai mobil Ertiga di Jalan II MBC, Kecamatan Menggala, Kabupaten Tulang Bawang, Lampung, Rabu (27/4). “Sudah kita amankan. Setelah melakukan penyelidikan, kita langsung menjemput tersangka ke kediamannya di lampung,” jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga tengah mencari mobil tronton milik perusahaan yang telah dijual pelaku dan diduga dibeli oleh rekan tersangka di daerah tempat tinggalnya. Hingga kini polisi hanya menyita satu unit mobil yang dibeli dari hasil penjualan tronton. “Kita amankan satu unit mobil yang dibeli hasil penjualan tronton yang dilarikannya,” kata Sutrio.

Atas perbuatannya, pihak perusahaan dirugikan sebesar Rp1,2 miliar. Sementara tersangka dikenakan pasal 372 KUHP tentang penggelapan dan diancam pidana lima tahun penjara. “Kita juga masih selidiki apakah tersangka merupakan jaringan penggelapan mobil antar provinsi atau tidak. Karena tersangka cukup rapi beraksi,” pungkasnya.krdo