Bisa Dipercaya

Gauli Mahasiswi, Dosen Dipolisikan

IMG_20160429_152813Palembang-Seorang mahasiswi perguruan tinggi negeri di Sumsel, BR (21), warga Jambi ditemani kedua orangtuanya mendatangi penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta, Palembang, Jumat (29/4). Kedatangannya untuk melengkapi berkas penyidik atas laporannya tentang pemerkosaan yang diduga dilakukan oleh Das (55), suami dari dosen pembimbing skripsi korban, El.

Di hadapan petugas, BR menjelaskan, kejadian tersebut bermula saat ia sedang menyusun skripsi dengan dosen pembimbing El yang juga istri Das. Lantaran, tugas skripsi cukup rumit, membuat dirinya sering berkunjung ke rumah El dan bertemu Das.

Lantaran sering bertemu, BR dan Das semakin akrab. Bahkan, menurut BR, dirinya sudah diangkat sebagai anak sendiri oleh El dan Das yang belum dikarunia anak itu.

Berita Sejenis
1 daripada 3.076

“Dosen saya itu, tinggal di Inderalaya. Sedangkan, Das dosen di UIGM. Karena mengajar di sini, membuat Das ngekos di Palembang. Saya sering ke rumah mereka, bahkan sering diajak jalan-jalan seperti anak mereka,” ujarnya kepada petugas penyidik.

Menurut BR, peristiwa pemerkosaan terjadi saat dirinya mudik di kampung halaman di Jambi, tiba-tiba ditelepon Das. Das mengatakan sudah menemukan sampel penelitian yang dibutuhkannya dalam pembuatan skripsi.

“Sampel penelitian saya kurang, jadi dia yang bantu mencarinya. Pas dia menelepon, bilang kalau sampel itu sudah ditemukan. Saya memutuskan untuk segera ke Palembang,” katanya.

Dengan menggunakan bus antarprovinsi, BR tiba di terminal bus Palembang dan dijemput Das yang mengajaknya menginap di tempat kosnya. BR sempat menolak ajakan Dasrial.

“Ibu Eliza tidak pulang ke Palembang, karena tugas di Indrralaya. Awalnya, saya tidak mau, namun karena menurut Pak Das sudah menganggap sebagai anak, serta para tetangga sudah tahu, jadi saya mau dan tidak ada kecurigaan apapun,” tutur BR.

Lantaran kecapekan, BR kelelahan dan tertidur lelap di kosan Das. “Saya kecapekan jadi langsung tidur. Saya terbangun melihat dia (Das-red) sudah di atas perut. Saya sempat melawan, namun karena kalah tenaga, terjadi peristiwa tersebut,” ujarnya.

Dasrial sempat meminta agar peristiwa itu, tidak diceritakan kepada orang lain. Jika memang nekat menceritakannya, pelaku mengancam akan menghambat penyelesaian skripsi BR sehingga wisuda akan terlambat juga.

Setelah kejadian pertama, pelaku kembali melancarkan aksinya, sebanyak dua kali lagi, terakhir terjadi pada 16 April 2016, di kosan milik BR. “Di kosan dia dua kali, di kosan saya satu kali. Saya tidak berani bercerita, karena mendapat ancaman, wisuda saya akan ditunda, kasihan dengan orang tua saya, kalau itu terjadi,” ungkapnya.

Wakli Rektor 2 UIGM, John Ron‎icoyanda ketika ditemui, membenarkan kalau Das merupakan dosen yang mengajar di kampus UIGM. Namun, ketika ditanya mengenai perbuatan pelaku, dirinya tak mau menjelaskan lebih lanjut, karena pihaknya hendak melakukan klarifikasi terlebih dahulu.

“Kita akan mencoba klarifikasi terlebih dahulu kepada yang bersangkutan. Jika benar melakukan kesalahan, pasti kita berikan sanksi dan diberhentikan. Karena akibat kasus ini dapat dilihat jika secara moral sudah tidak benar,” singkatnya.
Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Maruly Pardede terkait laporan korban, mengatakan, laporan korban sudah diterima pihaknya. “Keterangan korban pun sudah kita ambil. Laporan sudah kita terima, korban juga sudah divisum dan segera akan ditindaklanjuti oleh Unit PPA Polresta Palembang,” kata Maruly.korankito.com/deny