Demi Uang Rp50 Ribu, Medi Nekat Jual Senpira

Jpeg

Palembang – Operasi Sikat Musi 2016 yang dilaksanakan Jajaran Sat Intelkam Polresta Palembang, berhasil mengamankan seorang penjual senjata api rakitan (senpira), yakni Medi Sastra (39) warga jalan Basuki Rahmat RT 25 RW 10 Kelurahan Pahlawan Kecamatan Kemuning Palembang.

Medi diamankan petugas saat dirinya sedang menjalankan aktivitasnya sebagai penjual nasi goreng di kawasan Jalan Basuki Rahmat, tepatnya sebelah Fave Hotel Palembang, Jum’at (29/4) sekitar pukul 23:00 wib. Penangkapan Medi ini dilakukan petugas dengan cara melakukan penyamaran sebagai pembeli nasi gorengnya.

Dihadapan pihak kepolisian Medi (pelaku) mengatakan, jika dirinya hanya menjualkan senpira milik temannya Andi  warga kawasan Kemuning dengan dijanjikan akan diberi upah sebesar Rp50 ribu. Namun, belum sempat menjualkan senpi, ia terlebih dahulu diciduk oleh polisi.

“Waktu itu saya lagi jualan nasi goreng di kawasan Basuki Rahmat, datang Andi minta dijualkan senpira. Lalu, sebelum pembeli datang, saya terlebih dahulu ditangkap polisi. Saya, baru satu kali inilah pak menjual senpira, itupun dijanjikan mendapat upah Rp 50 ribu,” jelasnya saat gelar perkara.

Menurut pelaku yang pernah merasakan jeruji besi LP Pakjo karena kasus Narkoba di tahun 2007 ini, senpira tersebut akan dijual seharga Rp700 ribu. Namun, dirinya tidak mengetahui secara pasti barang tersebut didapat Andi darimana.

“Saya tidak tahu dia dapat senpira tersebut darimana, apakah merakit sendiri atau dia juga membeli. Saya saja baru kenal dengan dia, mungkin kira-kira 3 minggu ini. Dan, dia minta dijualkan seharga Rp700 ribu,” kata duda satu anak ini.

Sementara itu, Kasat Intel Polresta Palembang, Kompol Budi Santoso melalui Kasubnit Aipda Aviv Sancoko mengatakan pihaknya berhasil mengamankan pelaku, setelah mendapatkan informasi dari masyarakat terkait adanya penjualan senpira.

“Setalah kami melakukan penyelidikan selama satu minggu, akhirnya pelaku berhasil kita amankan. Pelaku akan dijerat dengan undang-undang darurat dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara. Sedangkan untuk barang bukti, kita berhasil mengamankan satu pucuk senjata api rakitan jenis revolver serta satu butir peluru jenis FN,” tuturnya. (korankito.com/denny)