Alex Akui Diperiksa Kejagung

IMG_3880_1Jakarta- Pengusutan kasus bantuan sosial (bansos) dan dana hibah di Sumatera Selatan (Sumsel) yang dilakukan penyidikan Kejaksaan Agung (Kejagung) terus bergulir. Sejumlah pejabat di Pemprov Sumsel termasuk sang Gubernur H Alex Noerdin pun diperiksa penyidik.

Bahkan Gubernur Alex Noerdin sudah dua kali menjalani pemeriksaan di Kejagung Jakarta. Kepastian penyidik Kejagung telah memeriksa Gubernur Alex Noerdin diungkapkan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Arminsyah.

Menurut Jampidsus Arminsyah, Gubernur Sumsel Alex Noerdin sudah dua kali diperiksa oleh penyidik pidana khusus Kejagung. Alex diperiksa sebagai saksi dalam kasus penyelewengan dana hibah dan juga uang reses.

“Gubernur beri keterangan kemarin hari Selasa (26/4), diperiksa untuk yang kedua. Kemarin sudah kita periksa, beri keterangan terkait penggunaan dana hibah dan juga uang reses,” ujar Arminsyah di Kejagung, Jakarta, Rabu (27/4).

Arminsyah juga menjelaskan, Alex Noerdin rencananya akan dipanggil kembali untuk mendukungan data yang sudah didapatkan oleh penyidik. “Memberi kesempatan untuk menjawab mungkin beliau lupa atau harus cek data. Dia kan Gubernur, perlu juga dukungan data. Kami beri kesempatan untuk jawab mungkin beliau lupa atau harus cek data,” ujarnya.

Dugaan korupsi dana bansos di Sumsel muncul setelah penyidik Kejagung menemukan indikasi adanya penerima fiktif dana bantuan tersebut. Para penerima dana bansos diduga membuat akta palsu untuk bisa menerima bantuan dari Pemda.

“Dalam pendistribusian Bansos ada hal tidak benar, antara lain notaris dibuat segera seolah-olah penerima atau salah satu keompok ini bener-bener sudah ada akta. Kan salah satu syarat (menerima bansos) itu, jadi dipercepat pembuatan akta,” ujarnya.
Sementara itu Gubernur Alex Nordin membenarkan adanya pemeriksaan terhadap dirinya di Kejagung. “ Pemeriksaan itu hanya untuk melengkapi data-data saja,” kata Gubernur, Kamis (28/4).

Gubernur Alex membantah ada pemeriksaan kembali dirinya yang sudah dijadwalkan kejagung. “Tidak ada lagi pemeriksaan,” tegasnya.ria/cnn/sid/pkt